Cast: DBSK
Pairing: YunJae 4evaaaaaaaaaaaa
Rated: T
WARNING: ZONA YAOI, DON’T LIKE DON’T READ^^!!
---ProLog---
Saat itu, saat aku membuka mataku, semuanya begitu geLap. Tak ada satupun orang di sana, aku takut sangat takut. Aku bahkan tak tahu di mana aku berada saat itu, siapa aku, untuk apa aku hidup jika semuanya sangat geLap seperti ini? Tapi saat- saat itu akhirnya berakhir, semuanya perLahan menjadi terang, perLahan aku juga tau untuk apa aku ada disini. Aku ada disini, di dunia ini bukan karena sepasang suami-istri yang menginginkan seorang anak tapi aku di Lahirkan di dunia ini untuk hari ini, di sini bersamamu, dan menjadi … … …
---End op proLog---
Di muka bumi ini terdapat dua dunia yaitu dunia positif dan dunia negative. dahuLu kaLa ke dua dunia itu hidup dengan damai, hidup daLam perbedaan masing- masing. Dan semua kedamaian itu terjadi tidak Lepas dari peran 3 ‘Tsubasa’, sebuah kekuatan yang sangat besar dan kuad. Tapi suatu hari keseimbangan kekuatan 3 ‘Tsubasa’ goyah kerena uLah ‘EndLess’ yang merupakan kekuatan kegeLapan dan pada akhirnya membuat ke- 3 ‘Tsubasa’ pecah dan terpisah satu sama Lain kemudian tersebar ke seLuruh dunia. Kejadian itu pun membuat gempar ke- 2 dunia yang berbeda itu, begitu banyak orang yang mengincar kekuatan ke-3 ‘Tsubasa’. Tapi hanya orang- orang tertentu Lah yang dapat mengendaLikan kekuatan 3 ‘Tsubasa’. Mereka di kenaL dengan sebutan ‘Chuneen’ dari dunia positif dan ‘Sheneen’ dari dunia negative.
-------------------------------
“Jung Yunho ~~”
“Jung Yunhoooo ~~ !!!” teriak seseorang dengan suara yang begitu menggeLegar. Dan . .
Brukkkkk . . !! aku terjatuh dengan muLusnya dari bangkuku
“apa sih ! berisik amat !!” ujarku kesaL sembari mengeLus peLan kepaLaku yang terasa sedikit pusing.
“apa tidur kamu nyenyak Tuan Jung ~ ??” Tanya seseorang
“sedikit ~” jawabku peLan tapi tunggu duLu ! suara ini sepertinya tak asing?? Aku LaLu menengadahkan kepaLaku. Dan benar dugaanku dia adaLah guru Park
“Shittt !! mati gue” umpatku daLam hati.
“eh . . ibu, anu . . . itu, tadi . . aku ~~ anuuu . . “ kataku geLagapan berhadapan dengan guru yang terkenaL killer ini. Dan tak berLangsung beberapa detik . . .
“KELUARRRR !!!” perintahnya dengan murka dan tanpa ba bi bu Lagi aku pun Lngsung tancap gas keLuar dari keLas. Aku meLangkah menuju Loteng sekoLah untuk menemui seseorang. Dan begitu aku sampai di sana . . .
“Tuan Yunho ~~ !!! apa yang anda Lakukan di sini? Memangnya sudah istirahat ya?” Tanya seseorang denga nada keciL imud *??!! O.o
“ahh ~~ tidak kug, aku tadi ketahuan ketiduran di keLas eheheh . .” jeLasku maLas- maLasan
“hah?!! Jadi Tuan ketiduran ya?” tanyanya. Aku mengangguk mengiyakan
“hufffttt ~~ ini pasti karena Tuan keLeLahan ya gara- gara semaLaman kita mencarinya d GreenLand?” ujarnya sedih sambiL menundukkan kepaLanya. Aku piker dia merasa bersaLah.
“ahhahahah . . . Tenang saja, aku ketiduran bukan karena itu tapi karena memang peLjarannya sangat membosankan” jeLasku sembari mengacak peLan rambut peri keciL itu.
“Oia . . . Junsu ~ apa kamu masih beLum bisa merasakan keberadaannya??” tanyaku
“hemmmm . . . tunggu, biar Su ~~ coba” diapun mengepakkan sayap keciLnya dan terbang tidak begitu jauh. Tak perLu memerLukan banyak waktu, dia pun kembaLi.
“bagaimana??”
“hemmm . . . map tuan Su ~~ masih beLum bisa merasakannya” ujarnya sedih
“ahh ~~ begitu ya. Tidak apa- apa kug, kita cari secara perLahan . suatu saat pasti ketemu” ujarku Lembut pada Junsu. Aku LaLu menjatuhkan tubuhku ke Lantai. Memandangi Langit pagi yang memang sangat bersahabat hari ini. Sampai saat ini pun aku masi tidak percaya bahwa aku adaLah seorang ‘Chuneen’. Sungguh tanggung jawab yang besar, tapi aku juga sangat sangat senang. Karean dengan begitu aku bisa bertemu dengan haL- haL yang tidak biasa. Junsu misaLnya, dia adaLha peri keciL yang bertugas untuk menemaniki menjaLankan tugasku yaitu menemukan 3 ‘Tsubasa’. Yaaa . . . waLopun tugas ini begitu berat, aku harus tetap berusaha agar semuanya kembaLi seperti semuLa.
“oia . . . apa rencana Tuan seLanjutmya? Apa Tuan ingin ke GreenLand Lagi nanti maLam?” Tanya Junsu
“iaa ~~ tentu saja” jawabku mantap. Aku kemudia berdiri danperLahan berjaLan menuju tepi uung Loteng ini.
“ehh?? Tuan mau ngapain?”
“ahh ~~ tidak, aku hanya ingin meLatih sedikit kekuatanku” jeLasku
“baikLah tapi hati- hati ya, jangan sampai Tuan ketahuan sama manusia” pintah Junsu, aku mengangguk. Tapi saat aku mengeLuarkan kekuatanku tiba- tiba saja dari bawah sana terdengar . . .
“ahhhhhhhhhhhhh ~~ !!!” jerit seseorang. Karena kaget, akhirnya keseimbangaku goyah dan aku pun terjatuh . . .
“Tuannnnnnnn ~~ !!!” teriak Junsu, dia berniat menoLongku tapi terLambat. Aku berusaha mengeLuarkan kekuatanku untuk menoLong diriku sendiri tapi entah kenapa kekuatan itu tak bisa aku gunakan,
“siaL !!” umpatku sambiL meLindungi kepaLaku dengan tangan.
---Jae’s POV---
“aku ada di mana?”
“kenapa di sini sangat geLap?”
“siapa saja kumohon toLong aku!!!”
“hiks . . hiks . . aku takut . . . ku mohon keLuarkan aku dari sini hiks . . hiks . . .”
sLruppp ~~ sLruuppp ~~
“ehmmmmm . . .” aku mengerjap sedikit karena aku merasakan pipiku basah.
Gukk . . guk . . gukk !! dan akhirnya gonggongan itu berhasiL membangunkanku dari tidurku yang . . .
“hemm . . . makasih ya pushy ~~” ujarku sembari mengeLus Lembut kepaLa pushy, anjing keciLku.
Gukk . . . gukk . . gukk . . !! gonggongnya. Aku tersenyum meLihat raut wajah pushy yang begitu tanpa beban kehidupan. LaLu perLahan aku memegang ujung peLupuk mataku. Basah. Aku yakin ini bukanLah air Ludah pushy tapi ini adaLah air mataku.
“Pushy ~~ Lagi- Lagi aku memimpikan itu, apakah orang yang ada daLam mimpiku itu adaLah aku??” ujarku peLan sambiL mengaLihkan pandanganku ke Langit cerah hari ini.
“apakah itu aku? Tapi kenapa aku menangis?” tanyaku pada diri sendiri. Entah sejak kapan aku muLai memimpikan haL- haL aneh seperti itu,. Mimpi itu seperti ingin memberitahuku sesuatu. Tapi mimpi itu membuatku sangat takut.
Gukk . . Gukk . . gukk !!! tiba- tiba gonggongan Pusgy membuyarkan Lamunanku.
“h? Pushy ~~ kamu di mana?” teriakku seteLah menyadari kaLo anjing keciLku itu sudah tak duduk Lagi dipangkuanku.
“Pushy ~~??!! Pushy ~~ kamu ada di mana??!!” teriakku sekaLi Lagi. Kemudian beranjak untuk mencarinya.
Gukk . . Guk . . Guk. !! terdengar suara Pushy tepat di beLakang gedung sekoLah tak jauh begitu jauh dari tempatku tadi. Akupun menghampirinya tapi saat tanganku ingin menjangkau Pushy. Tanpa sengaja mataku mendapati seseorang di Loteng sekoLah yang mencoba bunuh diri?? Karena kaget tanpa sadar aku . . .
“ahhhhhhhhhhhhh ~~ !!!” jeritku dengan nada yang sangat besar. Dan sepertinya orang itu juga kaget mendengar jeritanku dan akhirnya goyah dan . . .
Brukkkkkkkkkkk !!! ia terjatuh dengan kerasnya tapi untungnya dia terjatuh tepat di semak- semak tanaman . akupun meLesat untuk mengetahui keadaannya.
“Hei . . kamu g apa- apa kan?” tanyaku panic sembari memperbaiki posisi orang itu dan menidurkan kepaLanya di pangkuanku.
“awww ~~!!” erangnya.
“huffffttt . . sukurLah Dia masih hidup” ujarku Lega daLam hati.
“duhh ~~ sakitnya” erangnya Lagi. LaLu dia bangkit dari kubur *PLAKKK* bangkit dari pangkuanku dan duduk manis di depanku. Aku memperhatikan setiap sudut wajahnya. Entah kenapa jantungku berdebar Lebih cepat dari biasanya.
“kamu g apa- apa kan?” tanyaku sekaLi Lagi.
“ah ~~ ia . . hanya saja, tanganku sepertinya. Awww ~~!!” katanya terpotong saat dia mencoba menggerakkan tangannya. Otomatis pandanganku beraLih ke situ. Tanganya terLuka
“sini ~~ biar aku obatin ~” akupun Langsung menarik peLan tangannya itu, kemudian menutupi tangannya dengan ke- 5 jariku dan . . .
BLussshhh ~~ !! tampak cahaya putih keLuar dari tangaku dan . . .
“bagaimana? Udah bisa di gerakin tidak??” tanyaku tapi tiba- tiba saja aku menyadari sesuatu
“e- ehh ?? sudah g apa- apa, ta- tapi bagaimana bi- bisa??” serunya geLagapan sambiL memandangku kaget pLus heran. meLihat itu aku Langsung saja berdiri
“maap ~~” ujarku peLan kemudian pergi meninggaLkannya begitu saja.
“Kenapa? Kenapa aku meLakukannya?” sahutku begitu berada jauh dari orang tadi
“kenapa??” jantungku rasanya berdetak Lebih cepat dari yang tadi. Aku kaget meLihat diriku sendiri
“apa yang baru saja aku Lakukan?”
“padahaL seLama ini aku tidak pernah meLakukannya pada siapun! Apa yang akan terjadi? Dia pasti menganggapku aneh, huffffttt ~~” eLuhku
---Yunho’s POV---
Aku masih termangu di tempatku, kaget!
“kenapa bisa? Apakah hanya perasaanku kaLo dia memang bisa menyembuhkan Lukaku??” aku perLahan menggerakkan tangaku yang tadinya terasa sangat sakit atpi sekarang sudah tidak apa- apa.
“Tuaaann ~~ !!!” teriak Junsu. Dia dengan cepat mengepakkan sayap keciLnya itu untuk menghampiriku
“apa Tuan tidak apa- apa?” Tanya Junsu khawatir
“iaa ~~ aku sudah tidak apa- apa kug” jeLasku
“maap ya Tuang, Su ~~ tidak bisa Langsung turun untuk menoLong Tuan karena tadi ada manusia” ujar Junsu
“iaa ~~ Junsu” baLasku gemas pada peri yang satu ini yang tak henti- hentinya menyaLahkan dirinya sendiri. Tapi tiba- tiba saja aku teringat dengannya . .
“siapa dia sebenarnya??” tanyaku daLam hati sambiL memegang dadaku yang berdetak dengan ce[atnya, yang entah karena apa.
---Somebody’s POV---
“Tuan ~~!!”
“iaa . . . aku juga merasakannya”
“akhirnya ada ‘Tsubasa’ yang bereaksi, waLopun cumin sebentar tapi rasanya kekuatan itu begitu besar sehingga aku juga bisa merasakannya. Apa reaksi tadi berasaL dari GreenLand??”
“bukan Tuan ~ tapi reaksi tadi berasaL dari dunia positif”
“hemm . . begitu, sepertinya kita akan bertemu denga teman Lama”
“ayo berangkat”
“baik Tuan ~”
TBC---
Author: dharaa
Cast: DBSK
Pairing: YunJae 4evaaaaaaaaaaaa
Rated: T
WARNING: ZONA YAOI, DON’T LIKE DON’T READ^^!!
This Time
“kamu serius ingin mengambiL aLih tugas ini?” Tanya Junsu padaku
“ia.. aku yakin” jawabku mantap
“tapi dia kan?”
“ia.. aku tahu itu, aku hanya ingin meLakukan sesuatu, sesuatu yang hanya bisa di mengerti oLeh perasaanku saja”
“terserah kamu sajaLah, tapi ingat Yunho, tugas adaLah tugas tidak ada yang Lain”
“hu-uh” ujarku dan seteLah itu berLaLu meninggaLkan Junsu
---------------
klik the title !!
Aku terus memandangi cincin itu, cincin yang semestinya bertengker di jari manisku tapi maLah dengan perihnya harus terus meLingkar di Leherku. Aku masih ingat terakhir kaLi aku mendengar suaranya memanggiL namaku. Pada hari itu dia meneLepon dan mengatakn ingin memberikan suatu kejutan kepadaku. Kejadian hari itu masih sangat segar di ingatanku, caranya berjaLan kearahku sambiL tersenyum sumringah. Aku memandang kearah tangannya yang menggemgam sesuatu yang tidak aku ketahui. Aku tersenyum meLihat wajahnya yang begitu ceria hari itu, tapi tiba- tiba saja sebuah suara terdengar, suara yang terdengar begitu mengerikan di teLingaku, teriakannya saat sebuah mobiL menghantam tubuhnya, menghantam senyumnya, menghantam tenggorokanku sehingga tidak bisa mengeLuarkan teriakan yang tertahan saat meLihat kejadian itu. Aku terus berdiri kaku di tempatku. meLihat nanar orang- orang yang makin banyak berdatangan ke tempatnya “tertidur”. Beberapa Lama berdiri dengan bodohnya , akhirnya kakiku terangsang untuk untuk berjaLan, akupun menghampiri kerumunana itu. Aku tersentak meLihatnya “tertidur”, meLihat begitu banyak darah yang menutupi wajah cerianya tadi, wajah yang sangat aku sukai itu sekarang tidak dapat memberikan ekspresi sedikitpun. Aku mundur, mundur sejauh mungkin dari tempat itu, aku termangu, ingin sekaLi menangis tapi air mata itu tak kunjung keLuar. Tapi kemudian Langkahku terhenti begitu meLihat sepasang cincin bergeLinding ke arahku. Aku tertegun meLihat cincin yang datang dari arahnya itu. Aku terduduk Lemas, aku menangis segunggukan tanpa mengeLuarkan sedikitpun suara karena suaraku pada saat itu juga ikut terhantam pergi seiring kepergiannya di depan mataku, kepergian yang teramat sangat menyedihkan.
Aku merentangkan tanganku mengingat kejadian itu. Tapi tiba- tiba sebuah benda Lembut hinggap di tanganku.
“eh? Sayap burung” tanyaku daLam hati begitu meLihat benda Lembut itu yang bentuknya seperti seheLai sayap
“hai” sapa seseorang yang tiba- tiba saja berdiri atau Lebih tepatnya meLayang dengan meggunakan sayap hitamnya di depanku. Aku mundur menjauhinya dengan cepat.
“eh.. kamu g usah takut, aku g bakaL apa- apain kamu kug” katanya menenangkanku, tapi aku tidak mendengarnya dan terus saja mundur hingga sampai di ujung , aku tidak bisa mundur Lagi karena terhaLangi oLeh tembok.
“hei.. kumohon tenangLah, aku tidak akan meLukaimu” katanya Lagi sembari makin mendekatiku. Aku ingin sekaLi berteriak untuk memberikan tanda kepada orang rumah tapi karena aku tahu itu tidak akan mungkin aku pun jatuh terduduk sambiL menyembunyikan kepaLaku di antara tanganku.
“heii.. kumohon jangan begitu dund Kim Jaejoong” ujarnya yang membuatku menengadahkan kepaLaku
“dia tahu namaku??” tanyaku daLam hati
“hheheheh… gitu dund, kamu pasti herankan kenapa aku tahu namamu?” tebaknya karena mungkin dia tahu itu dari ekspresi heranku tadi. Aku pun mengangguk peLan tanda mengiyakan
“duh.. tapi sebeLum itu kita ambiL posisi yang enak dund, g enak bicara dengan posisi ini” ajaknya sambiL mengiringku ke daLam kamarku dan duduk di saLah satu sofa.
“hemmmm… gimana ya? Mungkin kamu akan suLit percaya dengan apa yang yang akan aku beritahu ini, tapi yang hanya ingin aku katakan itu ,aku adaLah seorang shinigami yang bernama Jung Yunho” jeLasnya padaku yang membuatku mengernyitkan dahi
“udahLah kamu g usah tahu apa artinya shinigami, yang jeLas muLai sekarang aku akan tinggaL di sini bersamamu” ujarnya seenaknya. Aku membeLaLak mendengar ucapan egoisnya tadi, emang dia siapa? shinigami?? Apa pula itu?
“hhahahah… kenapa mukamu? Tenang saja aku tidak akan apa- apain kamu kug” serunya sambiL tertawa keciL meLihat ekspresiku. Heh? Aku hanya bisa pasrah meLihat tingkah seenak jidatnya tadi. LaLu tanpa sengaja mataku Jatuh tepat di sayap hitamnya itu, ‘apa shinigami itu semacam dewa atau maLaikat ya?’ tebakku daLam hati.
“oia… kamu beLum tidur, kan udah maLam, nanti terLambat Loh besok” pintahnya sambiL menggondongku ke tempat tidur, dia mengepakkan sayapnya. Aku kaget, sangat kaget dengan perbuatannya yang benar- benar membuatku marah tapi entahLah aku tidak menghasiLkan gerakan- gerakan pemberontakan.
“nah.. kamu tidur ya” ujarnya Lembut sembari membeLai rambutku peLan. Hangat. Kata yang sudah tak Lama aku rasakan semenjak kepergian Yoochun.
---Yunho’s POV---
Aku terus membeLai Lembut rambutnya sampai ia tertidur. meLihatnya begini makin mebuat hatiku tercabik- cabik, mengingat bahwa aku sendiri yang akan membawanya…
“terserah kamu sajaLah, tapi ingat Yunho, tugas adaLah tugas tidak ada yang Lain” aku terngiang kata- kata Junsu sebeLum aku datang ke sini. Tapi mungkin saja aku dapat mengubahnya, mengubahnya demi dia, pikirku yang kemudian mengecup peLan kening Jaejoong.
“mimpi yang indah Jae~~”
---Jae’s POV---
Pagi hari ketika aku terbangun, aku tertegun tentang sosok shinigami Yunho, yang aku pikir hanya mimpi beLaka.
“pagi Jae~~, hari ini kamu mau pergi ke mana saja?” tanyanya padaku sambiL mengepakkan sayapnya peLan dan terus mengikutiku ke ruang makan.
“pagi Jae~~” sapa ibu begitu aku sampai di meja makan. Aku menunggu reaksi ibu begitu meLihat ada makhLuk aneh bersayap semacam Yunho. Tapi Lama menunggu tak ada tanggapan dari ibu , haL itu membuatku Langsung berpaLing kearah Yunho.
“hahaha.. kenapa? Tenang saja , hanya kamu yang dapat meLihatku kug” ujarnya ceria. Aku terbengong, padahaL aku sudah menyangka bahwa ibu akan kaget dan membantuku mengusir makhLuk ini.
Hari demi hari pun berLaLu dan Yunho terus saja masih tinggaL bersamaku dan haL itu membuatku sedikit merasakan arti kehidupan. Tanpa terasa Yunho-Lah yang seLaLu ada di sampingku, membuatku tersenyum, senyum yang duLu hiLang karena kepergian Yoochun. Kami seLaLu pergi ke manapun bersama- sama. Tapi tidak untuk hari ini, entah di mana Yunho sekarang aku tidak meLihatnya sejak terbangun pagi tadi. padahaL aku sedang ingin keLuar sekarang, LaLu aku ingat apa yang di katakan Yunho padaku “Jae~~ kumohon jangan pernah keLuar rumah tanpa bersamaku ya?”. Tapi bagaimana? Hari ini aku harus pergi mengunjungi makam Yoochun. Tanpa berfikir Lebih Lama Lagi aku pun menyambar kunci mobiLku dan pergi.
---Yunho’s POV---
“maksud kamu apa? Kenapa Changmin yang mengambiL aLih tugas ini?!! Aku kan sudah biLang nanti aku yang urus haL ini!!!” bentakku marah pada Junsu
“Yunho kamu pasti sudah tahu aLasannya” ujar Junsu, aku terdiam
“aku kan sudah biLang bahwa kamu tidak usah mengambiL tugas ini, karena aku tahu kamu sangat menyukai manusia itu dan tak akan mungkin tega untuk membawanya, ia kan?!!” bentak Junsu
“tapi tidak begini kan caranya, aku hanya butuh waktu membuatnya Lebih bahagia sebeLum aku membawanya”
“ia.. aku tahu juga bagaimana keadaan manusia itu, tapi mau gimana Lagi, ini sudah tugas kita Yunho, dan kamu juga sudah menyeLeweng dengan tidak membawanya 4 hari yang LaLu” jeLas Junsu peLan. Aku hanya bisa tertunduk mendengar itu semua, ya… dari awaL aku memang sudah menyadari kesaLahan besarku ini, kesaLahan yang sangat besar bagi seorang shinigami.
“huppppppp.. sudahLah, sebenarnya aku di Larang untuk memberitahumu tapi manusia itu sekarang daLam bahaya, hari ini juga Jaejoong akan di bawa sendiri oLeh Changmin tepat jam 7 maLam”
“apaa?!!!!!” seruku kaget, aku tertegun mendengarnya dan tanpa basa- basi aku Langsung mengepakkan sayapku dengan cepat. Aku puLang ke rumah Jaejoong tapi aku tidak menemukannya di manapun.
“shiitttttt… Jae~~ kamu kemana, padahaL aku kan sudah beritahu dia supaya jangan keLuar rumah tanpa aku!!” ujarku kesaL dan seteLah itu kembaLi mengepakkan sayapku untuk terbanga mencarinya
“Jae~~!!!” teriakku frustasi
--Jae’s POV---
Aku membawa mobiLku dengan keceapatan sedang menuju ke tempat pemakaman Yoochun ketika tiba- tiba aku mendengar suara yang meneriaki namaku, dan aku sangat yakin itu suara Yunho. Aku pun keLabakan mencari sosoknya dan tanpa sadar aku kehiLangan kendaLi dan menabrak keras sebuah tiang besar di pinggiran jaLan raya. kepaLaku tertumpuk dengan keras pada setir mobiL dan sebeLum semuanya geLap di pikiranku hanya ada sebuah nama, bukan nama orang yang sudah Lama aku sayang tapi meLainkan nama orang aneh yang bahkan baru aku kenaL beberapa hari ini, YUNHO
---Yunho’s POV---
“Jae~~” isakku peLan begitu mendapati sosoknya di ruang UGD
“maaf Yunho” kata sesorang di beLakangku yang tak Lain adaLah Changmin
“ia.. aku tahu ini bukan saLahmu Changmin, ini udah takdir” isakku tapi tak mengeLuarkan airmata. meLaLui mata shinagami-ku , Aku dapat meLihat dengan jeLas bahwa sebentar Lagi Jaejoong akan pergi, pergi di bawa oLeh Changmin. Karena sudh tak tahan Lagi meLihat kenyataan nie, aku pun mengepakkan sayapku keLuar dari ruangan itu.
“Heii.. kamu mau ke mana?” Tanya Changmin menghentikan Langkahku
“pergi”
“apa kamu tidak ingin membawanya?” tawar Chnagmin baik hati
“makasih, tapi emang benar kata Junsu, sebaiknya aku tidak mengambiL tugas ini” kataku Lirih dan seteLah itu keLuar. Aku terus mengepakkan sayapku hingga tiba di Loteng RS. Dan setibanya di sana.
“aku tidak ingin kamu pergi Jae, UNTUK KALI INI aku akan maLanggar peraturan SM demi kamu” kataku yakin
----------
“eh?? Ada apa ini?!!” seru Changmin heran ketika baru saja ia ingin membawa Jaejoong tapi tidak bisa
“apa?!! Uhhhhh !!! kug tidak bisa c?!!” seru Changmin sekaLi Lagi
“sudah hentikan Changmin!!” tegur Junsu dari arah beLakang
“eh?? Kenapa?”
“Kamu tidak usah membawa Kim Jaejoong Lagi karena ini” kata Junsu Lirih sambiL memperLihatkan sebuah kotak bening yang di daLamnya terdapat abu.
“tunggu, itu kan? Jangan biLang kaLo Yunho?” tebak Chanmin panic
“ia ….”
---Jae’s POV---
Sungguh keajaiban aku bisa terseLamatkan dari keceLakaan tersebut, di samping itu juga suaraku yang sekian Lama pergi kembaLi Lagi, dokter yang merawatku saja hampir suLit percaya dengan ini. Sekarang aku sedang berdiri d teras rumahku, aku mengingat kembaLi hari di mana aku keceLkaan duLu, ,, suaranya yang memanggiLku.
“Yunho” kataku peLan dan tiba- tiba saja seheLai sayap hitam jatuh tepat di hadapanku, aku pun berjaLan untuk mengambiL seheLai sayap itu.
“ini kan?” seruku daLam hati dan kemudian tersenyum.
--------
“bu~~ aku pergi duLu ya?”
“oke, tapi hati- hati ya Jae” nasehat ibuku
“baik”. Aku LaLu berjaLan menuju taman kompLeks ketika tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seseorang.
“maaf” kataku sambiL berbungkuk keciL sehingga tidak dapat meLihat muka sang korban
“eh.. tidak apa- apa kug” serunya sambiL berLari. Tunggu suara orang itu mirip dengan suaranya.
“ahh.. mungkin cuman perasaanku saja” eLakku dan seteLah itu meLanjutka perjaLananku, tapi sebuah teriakan menghentikan Langkahku ketika kudengar sesorang memanggiL nama..
“Yunhooooo~~” teriak seseorang kepada pemuda yang bertabrakan denganku tadi. Aku berbaLik dengan cepat.
“Yunho” bisikku keciL dan kemudian tersenyum sambiL memegang erat seheLai sayap tadi
THE END----
Author: dharaa
Rated: T
Word: Jeprett!!! *wkwkwwk . . . percaya ato g, setiap ngetik nih kata aq ketawa sendiri, anehh ja yo kedengerannd.a ckckckck ==’*
Note : ALWAYS KEEP THE FAITH!!! only the five op you together, are you called TVXQ!!!, wait you our uri oppa . . .!!!
Toki Wo Tomete
Jepretttt…!!! Aku memotret diriku sendiri yang sedang tersenyum, tapi sedetik kemudian aku menangis menatap hasiL jepretanku sendiri, sungguh rindu . . .
“apa kamu sedang meLihatku??”
---------------------------
Aku hanya duduk dengan maLasnya sambiL memandang sekeLiLing keLas yang sedang risuh mengisi jam kosong hari ini. entahLah apa yang mereka bicarakan dan tertawakan tapi aku sama sekaLi tidak berniat untuk ikut daLam kegiatan meraka itu. oke . . . bukan karena aku adaLah siswa yang terkuciLkan atau tidak punya teman hanya saja aku maLas dan aku pikir kegiatan mereka itu sangat kurang kerjaan. Dan Sekarang aku sedang dengan asiknya membaca buku kesukaanku sambiL mendengar Lagu dari ipod ketika tiba- tiba ada sebuah cahaya mengenai wajahku dan suara . . .
Jeprett . .!! aku berbaLik dan mendapatinya, mendapati seorang teman sekaLigus tetanggaku, Yunho
“Pagi . . . Key” sapanya ceria, aku tak menggubrisnya dan kembaLi meneruskan bacaanku dan sekaLi Lagi ,
Jeprettt . . . !! dia memotretku untuk kesekian kaLinya di hari ini, aku berbaLik dan menatapnya
“heheheh” dia hanya nyenyir meLihat ekspresiku, ingin rasanya aku memarahinya karena priLakunya itu, priLaku yang sering memotretku seenaknya. Tapi entahLah waLopun kesaL mungkin aku sudah terbiasa dengan itu. Dan yang anehnya kata teman- teman betapa beruntungnya aku karena Yunho tidak pernah ingin memotret yang Lain, Yunho sering beraLasan kaLo dia sedang g bawa kamera tapi HALOO?? Di sekoLah sapa c yang g tahu kaLo tiada hari Yunho tanpa memotret seorang Keyko. Tapi waLopun banyak yang sirik tentang hak ‘istimewa’ yang Yunho berikan kepadaku , tak satupun seseorang yang protes atopun menggencatku di sekoLah. saat asik meLamun tak terasa beL puLang pun di bunyikan.
“Key . . . puLang bareng yuk?” ajaknya
“g usah, gue bawa mobiL kug” ujarku dan seteLah itu puLang sesegera mungkin untuk beristirahat dan mendapat ketenangan. Tapi perkiraanku meLeset 100% karena begitu aku menginjakkan kaki di rumah,
Prakkk!!! Terdengar sebuah benda pecah dari daLam rumahku. Tanpa meLihatnya akupun sudah tahu apa yang menyebabkan itu terjadi
“maksud papa apa hah?!” teriak mama
“haLahhh . . . mama g usah sok bLo’on gitu deh“ sergah papa. meLihat itu ingin rasanya aku berLari pergi dari rumah, bukan ini sudah tak dapat di sebut rumah Lagi.
“aku puLang” ujarku yang membuat papa dan mama berbaLik, tapi bukannya membaLas ucapanku tadi mereka maLah meLanjutkan pertengkaran mereka. Aku tertegun meLihat haL itu, entah apa Lagi yang mereka pertengkarkan karena seteLah itu aku Langsung saja masuk ke kamarku. Setidaknya hanya di kamarku iniLah aku bisa jauh dari segaLa keributan di sekeLiLingku waLopun sayup- sayup aku masih bisa mendengar pertengkaran mereka.
Aku merobohkan tubuhku ke tempat tidur, LaLu mataku tak sengaja jatuh kearah Figura foto keLuarga yang sedang tersenyum bersama, saLing merangkuL satu sama Lain,
“Foto yang benar- benar menipu hahah” aku tertawa pahit meLihat kenyataan di foto yang benar- benar terbaLik dengan kenyataan yang sebenarnya. Aku merasakan seLuruh peLupuk mataku panas, dan haL itu membuatku ingin menangis tapi aku tidak ingin!!! Dan tanpa terasa mungkin karena keLeLahan pikiran akupun tertidur ‘LeLap’
---------------
“emmm . . .” aku mengernyap mencari entahLah, karena saat ini aku masih di bawah aLam sadar karena baru saja bangun. LaLu aku meLangkahkan kaki dan mendapati rumah sudah kosong meLompong, kosong dari ke dua sosok, mama dan papa. Ya . . . aku kira begitu , aku kira mereka sudah pergi kerja seperti biasanya tapi saLah, sedetik kemudian aku mendengar suara dari arah kamar mereka, kakiku ikut meLangkah ke tempat itu, dan seketika itu juga aku ingin pingsan saja begitu mama . . .
“baikLah . . Kita cerai saja” kata mama sambiL mengibakkan tangannya keras- keras. Aku terpaku, menutupi muLudku yang sudah bergemetar dengan kedua tanganku. Dan sepertinya mereka menyadari keberadaanku
“Key . . “ kata mereka peLan , hampir bersamaan
“Key . . . dengar duLu sayang” kata mama
“terserah kaLian saja, jika ingin bercerai siLahkan” ujarku dingin tanpa ekspresi dan seteLah itu berLaLu pergi ke kamarku.
Aku menghempaskan tubuhku dengan keras di tempat tidur. Aku dapat dengan jeLas mendengar mama dan papa yang terus saja mengetuk pintu dan membujukku untuk keLuar kamar. Tapi sayang tubuhku bahkan muLudku pun seakan sudah kaku untuk dapat aku perintahkan. Sungguh menyakitkan, aku memang sudah terbiasa dengan pertengkaran orangtuaku yang hampir seLaLu terjadi apabiLa mereka bertemu tapi bercerai?? Sungguh sesuatu yang bahkan sama sekaLi tidak pernah terpikirkan oLehku sebeLumnya. LeLah berpikir aku LaLu beranjak bangun, ingin keLuar duLu sebentar dari rumah ini tapi itu akan membuatku berpapasan dengan mereka, aku sedang tidak ingin bicara duLu dengan mereka.
“huppp . . . siaL!!” seruku kesaL tapi ketika itu juga mataku jatuh pada jendeLa kamarku.
“hum . . . kenapa tidak?” ujarku peLan dan seteLah itu akupun meLangkah ke jendeLa tapi ketika aku ingin meLompad tiba- tiba saja . . .
Jeprettt . . .!!
“siaL Lu” umpadku kaget
“Key . . . Lu kayak pencuri aja, ngapain panjad- panjad jendeLa? Emang pintu Lu hiLang ya?” Tanya Yunho menyebaLkan tepat diambang jendeLa kamarnya, yupp . . . kamar Yunho dan kamarku bersebeLahan dan haL itu sangat membuatku kesaL.
“bukan urusan Lu” kataku dan segera meLompad. Hap . . . aku mendarat dengan muLusnya
“hey . . . Key Lu mau kemana?” tanyanya sedikit berteriak, aku tak mengacuhkannya dan itu membuatnya ikut meLomapad keLuad untuk . .
“ngapain Lu ngikutin gue?” tanyaku heran begitu meLihat sosok Yunho yang Lebih besar itu berdiri dengan kokohnya di sampingku
“heheheheh . . . g apa- apakan, Lagian g bae Loh cewek jaLan sendiri maLam- maLam gini”
“udah Lah, terserah gue, Lu puLang aja sana g usah ngikutin gue “ aku mempercepat Langkahku tapi dia tetap saja mengikutiku. Dan akhirnya kamipun sampai di sebuah taman yang cukup jauh dari kompLeks .
“Hei . . . Yunho!!” aku sudah benar- benar kesaL dengannya, padahaL aku sedang ingin sendiri tapi kenapa dia . . . uh~~ siaL!!!
“biarin gue di sini nemanin Lu, kaLo g ?” katanya sedikit mengancam sambiL memperLihatkan fotoku yang meLompad jendeLa tadi
“kaLo g kenapa? Lu mau ngasih tahu ortu gue?? siLahkan” kataku cuek. Toh mereka juga g akan peduLi, mungkin waLopun aku keceLakaan sahutku perih daLam hati.
Jeprettt . . .!!! uh~~ Lagi- Lagi
“jangan sedih Key, gue g suka” serunya Lembud sembari menyentuh pipiku peLan. Aku tertegun.
“apaan c Lu, sapa juga yang sedih” aku mengibaskan tangannya dari pipiku. Tapi siaLnya mataku dan mungkin juga matanya memergoki sepasang kekasih yang sedang pacaran tak jauh dari tempatku dan Yunho duduk. Entah kenapa aku menjadi agak salting di tambah Lagi mengingat apa yang di Lakukan oLeh Yunho tadi.
“menurut Lu cinta sejati itu benar- benar ada ?” Tanyanya tiba- tiba , tak memandangku
“gue bahkan g percaya ama cinta” aku menerawang jauh, meLihat Langit yang keLam tanpa satupun bintang yang menghiasainya. Cinta?? Semua itu buLLshit. Entah sejak kapan aku sangat membenci dengan kata itu, mungkin ini semua karena orangtuaku. Mereka yang katanya menikah atas cinta tapi sekarang apa??!! Mereka mau bercerai dan sama sekaLi tak mempeduLikanku.
“Key . . . ikut gue yukk” ujar Yunho sambiL menarik tanganku, menggemgamku dengan erat, begitu hangat. Kami berLari hingga tiba di sebuah bukit keciL.
“wahh . . . indahnya” seruku kagum
“indahkan?? Liad deh, Lampu- Lampu itu seperti bintang ya?”
“iaa . . “ aku akhirnya bisa tersenyum mungkin untuk pertama kaLinya seteLah hubungan mama dan papa seperti ini.
Jeprett . .!!! dia memotretku Lagi!!!
“nahh . . gitu dund Key,gue suka kaLo Lu senyum gini hheheheh” ujarnya sambiL tersenyum sumringah , aku merasa agak aneh dengan ini, entah aku merasa senang or kesaL kepadanya
“Lu suka nge’dance g ?” tanyanya tiba- tiba
“g, gue g tahu, Lu sendiri?” tanyaku baLik
“hemmm . . .” gumamnya sambIl menimbang- nimbang sesuatu
“Lu bisa??” aku menatapnya tak percaya
“hhehehe..” dia hanya cengiran LaLu beranjak berdiri dan mengaLunLah music yang enak dari HP-nya . aku tertegun meLihat sosok Yunho yang ada di depanku sekarang. Aku benar- benar g menyangka kaLo Yunho bisa nge’dance. Dan waw . . . tariannya sungguh mengagumkan. Beberapa menit suda dia menari mengikuti aLunan music yang mengaLun
“hhh~~ hhh~~ bagaimana?” tanyanya padaku, sedikit ngos- ngosan
“kerennn” ujarku masih kagum padanya
“gue g nyangka Lu bisa nge’dance “
“heheheh . . . oia. . . aneh ya, padahaL kita udah bersama sejak keciL , sekoLah bahkan sekeLas terus sampe keLas 3 SMA sekarang, tapi kita tidak saLing mengenaL satu sama Lain heheheh” ujar Yunho dan entah kenapa aku sedikit merasa bersaLah seteLah dia mengatakan itu. oke . . . semua orang juga tahu bahwa Yunho sering saja mencoba untuk menarikku ke daLam kehidupannya tapi aku seLaLu saja tidak mengacuhkannya
“tapi . . . waLopun hanya sebentar gue . . .” katanya berbisik hingga aku tak dapat dengan jeLas mendengarnya
“apa??” tanyaku
“gue . . . apa boLeh gue mengenaLkanmu arti sebuah kata yang Lu benci itu?” tanyanya Lembud sambiL menatapku hangat. Aku tertegun mendengarnya. Apa dia sedang ‘menembakku?’
>>>Cinta adaLah sesuatu yang tidak aku peduLi , tapi semuanya berubah semenjak bayanganmu datang menghampiri kehidupanku , mengenaLkanku tentang arti penting kata itu, tapi apa benar kamu hanyaLah sebuah bayangan yang suatu saat akan memudar dan akhirnya akan menghiLang, menghiLang dari kehidupanku . .?? <<< --------------- Aku terduduk Lemas di pojokan kamarku. padahaL hari ini aku begitu senang karena setidaknya aku dapat meLuapkan perasaanku yang seLama ini tertahan sebeLum terLambat kepada Keyko . . . “hok . . . hok “ aku terbatuk sambiL menutup muLudku dengan kedua tangan dan tercengang meLihat sebuah warna yang sering aku jumpai di saat perih seperti ini, warna merah. “siaL!! Apakah akan sempat??” tanyaku peLan sambiL menerawang jauh >>> Cinta . . . dapatkah aku mengenaLmu, menggemgammu dan membahagiakanmu . .?? tapi kenapa aku merasa bahwa rasa sakit ini tidak mengijinkan itu <<< --------------- Pagi yang cerah hari ini, mungkin secerah hatiku, ya . . . walopun orangtuaku sudah memutuskan akan tetap bercerai apapun yang terjadi, aku juga tidak meLarang mereka kaLo itu memang yang terbaik, tapi setidaknya aku tidak terLaLu sedih dan sendiri Lagi karena . . “Pagi Key . . .” sapa seseorang yang suaranya sudah beberapa hari ini terus berniang di teLingaku. Aku berbaLik dan tersenyum, ya . . . sudah seminggu sudah berLaLu semenjak kejadian di bukit itu, peristiwa ‘penembakan’ Yunho. Oia . . . membicarakan tentang haL itu aku beLum menjawab perasaan Yunho, aku tidak menjawab ‘ya’ atopun ‘tidak’ . aku pikir itu Lebih baik, aku senang hubunganku dengan Yunho sekarang, aku tidak ingin ini semua berubah. Aku senang Yunho perLahan masuk ke daLam Lingkaran kehidupanku. Aku senang senyumnya menghiasi hariku. Apa mungkin aku . . ?? “hey . . . ngeLamun aja, gimana ready to go??” Tanya Yunho membuyarkan Lamunanku, sambiL menguLurkan tangannya “Yuppp . . yukk pergi” aku menghampiri tangannya itu, sambiL tersenyum, aku sudah benar- benar tidak sabar menghabiskan hari yang menyenangkan dengannya. >>> aku begitu bahagia dengan kedatangannya di kehidupanku hingga aku tidak menyadari sesuatu yang akan membuatnya pergi dariku untuk seLamanya, sesuatu yang membuatku menyesaL untuk itu, aku menatapnya, meLihat setiap senti senyum yang ia keLuarkan, rasanya aku ingin WAKTU BERHENTI <<< --------------- Kami meLangkah bersama memasuki taman bermain , tak sabar memainkan setiap permainan. Dan tak cukup menghabiskan banyak waktu untuk mencoba semua permainan yang ada di sini. Dan sekarang kami berdiri tepat di wahana seLanjutnya, tampak tuLisan besar dan tentunya menyeramkan ‘GHOST HOUSE’ “yaa . . . gue g mau ah~~” toLak keyko “kenapa?? Lu takut ya? Hahahah” ejekku “eng—enggak kug” “Ya . . udah kaLo gitu, yuk” aku menarik tangannya hahahah . . . sungguh Lucu meLihat ekspresi takutnya itu. “tenang aja gue g akan meLepaskan tangan ini” kataku menenangkannya begitu kami sudah berada di daLam ‘GHOST HOUSE’ itu. dan Lama berjaLan dan dihiasi teriakan Keyko akhirnya kami pun keLuar “bagaimana? G menakutkan kan heheh?” tanyaku padanya “ah~~ Lu tuh ya, mau ngerjain gue??” ujar Keyko kesaL “g kug, oia . . . Key . . . sini . . .” ujarku sambiL menariknya dan . . Jeprettt …!! Kami berfoto bersama, untuk pertama dan mungkin untuk ter--- “nahh . . . kita udah punya kenang- kenangan deh heheheh, gue bakaL simpan ini baik- baik” ujarku senang “ya eLLah, kayak kita g bisa pergi bareng Lagi, kita kan bisa pergi tempat yang Lebih asik Yun~~” seru Keyko “yaa . . .mungkin” ujarku peLan “apa??” Tanya Keyko “g, g ada apa – apa ehheh . . oia . . Lu Lapar g? kita makan yukk?” “Yuk, tapi Lu yang traktir ya? Heheh” tanyanya sambiL nyenyir, aku mengangguk tanda mengiyakan. seteLah itupun dia berjaLan mendahuLuiku, sambiL menunjuk permainan seLanjutnya yang mungkin akan kami coba nanti, dia semakin menjauh dari pandanganku, bayangannya semakin tidak bisa di tangkap oLeh pandangan mataku. Bayangannya di tutupi oLeh keramain wahana ini. Dan akhirnya . . . “siaL . . . ku mohon jangan sekarang” mohonku peLan daLam hati. Aku sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang menyerang kepaLaku. Aku merasakan tubuhku muLai goyah Brukkk . . .!! aku terjatuh, tapi sebeLum semuanya geLap aku dapat dengan jeLas meLihat bayangan Keyko di keramaian itu. dapat mendengar suaranya yang aku suka itu . . “Yunhoooo!!!!” teriak Keyko dan pada akhirnya semuanya menjadi geLap >>> kamu tahu tidak , duLu aku sering bertanya pada diri sendiri apakah cinta sejati itu benar- benar ada ato tidak?? Tapi aku tidak juga mendapatkan jawabannya, hingga sosokmu menjadi sesuatu yang penting daLam hidupku. Ya . . . cinta sejati itu benar- benar ada, kamu tahu waLopun aku tidak bisa terus berada di sampingmu dan membuktikan perasaan itu dengan nyata , tapi perasaan ini akan terus ada waLopun aku sendiri sudah tak ada , aku benar- benar bahagia terima kasih untuk hari ini Keyko , aku menyayangimu<<< --------------- Aku duduk dengan Lemasnya di ruang tunggu rumah sakit ini. Di kepaLaku hanya berputar pertanyaan yang sama ‘ada apa?? Kenapa dengan Yunho??’ , tapi pertanyaan itu terjawab sudah seteLah orangtua Yunho menjeLaskan semuanya kepadaku. Duniaku yang akhir- akhir ini begitu bahagia runtuh begitu saja, hancur ketika aku mengetahui bahwa Yunho mengidap penyakit kanker otak stadium akhir. “tante bohong kan??” tanyaku histeris pada ibu Yunho, aku sudah tidak dapat menahan air mataku, ini hanya mimpi “Keyko sayang” ujar ibu Yunho sambiL menarikku ke daLam peLukannya “hikss . . . hikss . . tante bohong kan?? Yunho kan seLaLu keLihatan sehat!! Bahkan di wahana tadi kami bermain terus, hikss . . hikss . . tante bohong kan??!!” tanyaku, aku terus saja memberontak “Keyko, tenang sayang, dengar tante . . . Yunho , dia sangat menyayangimu Keyko , sebenarnya pagi tadi keadaan Yunho sudah sangat Lemah, tapi katanya dia harus pergi, dia ingin bermain denganmu, menghabisi hari yang mungkin juga hari terakhirnya denganmu” jeLas ibu Yunho sedih, aku mematung mendengarnya. “Tante pLease jangan bicara kayak gitu, Yunho, dia akan sembuh kan??” aku kembaLi menangis, menagis Lebih deras Lagi. “yaa . . . tante juga berharap begitu” Dan beberapa jam pun berLaLu kami menunggu akhirnya terdengar juga suara pintu terbuka dari arah ruang Yunho di rawat. Sosok dokter keLuar dari ruang itu, aku terus menunggu dokter itu mengatakan kaLo ‘Yunho baik- baik saja’ tapi apa yang aku dapatkan bukannya membuka muLudnya untuk bicara dokter itu maLah terus saja menunudukkan kepaLa. Apa mungkin?? “Tunggu . . “ seruku muLai panic “dokter ku mohon jangan pernah mengatakan . . .” kataku terbata- bata. Aku dapat meLihat ibu Yunho jatuh Lemas mengetahui ini. “maap, kami sudah berusaha sebisa mungkin” ujar peLan dokter itu. aku sudah tak bisa bergerak Lagi, kakiku terasa kaku, tapi waLopun begitu aku ingin meLihat Yunho. Akupun meLangkah menuju ruang itu, ruang di mana tubuh Yunho terbaring Lemah, tak ada Lagi sosoknya yang seLaLu memanggiL namaku Lembut. Tak ada Lagi sosok Yunho yang sering memotretku seenaknya. Tak ada Lagi . . Tak ada Lagi, tak akan ada Lagi . .!! “hiks . . hiks . .” aku menagis kemudian aku sadar bahwa wajah Yunho yang sudah tak di diami oLeh roh itu tersenyum, ya . . . Yunho tersenyum. >>> aku juga ingin mengenaLmu . . . kaLimat ituLah yang ingin aku katakan saat kau juga berkata demikian tapi semuanya sudah terLambat , terima kasih teLah mengubah kata yang aku benci menjadi kata yang aku suka, aku juga menyayangimu Yunho <<< --------------- Pemakaman Umum. Di sini Lah sekarang aku berdiri. Aku memandang tempat ini, meLihat tempat yang sudah menjadi Lautan air mata. Bukan hanya aku yang sangat menyayangi Yunho tetapi semua orang yang mengenaLnya. Mungkin Tuhan pun menyayangi Yunho sehingga Tuhan sudah tidak sabar memanggiL Yunho kembaLi ke sisi-Nya. Tanpa sadar air mataku pun mengaLir kembaLi, entah kapan air mataku akan habis karena sejak kemarin air ini tak dapat bisa aku tahan. Yunho . . . “Keyko . . .” sapa seseorang sambiL menepuk peLan punggungku, aku berbaLik “ehh . . . Tante, Tante baik- baik saja kan??” “iaa . . . Tante baik- baik saja kug, oia . . . ini” ujar ibu Yunho sembari memberikanku sebuah kotak yang cukup besar dan bertuLiskan ‘You and Me, Keyko and Yunho’ “apa ini??” tanyaku “itu adaLah barang yang sangat berharga bagi Yunho, dan aku harap kamu bisa menyimpannya” jeLas ibu Yunho kepadaku, aku tak menjawabnya , hanya mengambiL benda itu. --------------- “Tuan . . . tunggu!!” seru seseorang dari arah beLakangku, tapi aku tidak peduLi dan tetap saja berLari sekencang mungkin “Tuannnnn . . .!!!” teriaknya sekaLi Lagi “ya . . . gue biLang kan g mau, udah Lah, kamu puLang aja!!” seruku sambiL tetap berLari “tapi Tuan . . .” aku LeLah berLari tapi jika aku berhenti si tua itu akan menangkapku, uh~~ siaL!!! Seruku kesaL LaLu tiba- tiba mataku menangkap tempat persembunyian yang sepertinya bagus ---------------- Beberapa jam pun berLaLu , pemakaman ini semakin sepi , akupun juga ikud meLangkah peLan, meninggaLkan tempat peristirahatan Yunho untuk seLama- Lamanya. Tapi bukannya puLang aku maLah mengarahkan mobiLku ke tempat itu. bukit keciL. Di tempat ini Lah aku dan Yunho menghabiskan maLam yang sangat menyenangkan. LaLu aku tersadar dengan keberadaan kotak yang di berikan oLeh ibu Yunho tadi, akupun muLai membukanya dan terpaku mengetahui isinya. Sebuah kamera yang seLaLu di bawa Yunho dan Foto yang sangat banyak, semuanya adaLah fotoku. Di seLa foto- foto itu terseLip sebuah potongan kertas yang di sekeLiLingnya terdapat tetesan darah , akupun perLahan membukanya ~~~Key . . Key . . . Keyko . . .!!! Aku benar- benar tak akan pernah bosan dengan nama itu. nama itu di miLiki oLeh seorang anak perempuan cantik. Dan begitu beruntungnya aku karena dia adaLah tetanggaku hehehe. Oia . . key itu anaknya dingin banget, cuek gitu, tapi waLopun begitu dia baik kug. Aku tahu kenapa dia begitu dingin mungkin karena hubungan orangtua Key yang agak g harmonis Lagi. The way . . . ingin minta maap padanya, mungkin dia marah karena aku sering memotretnya di mana pun. Tapi sumpah bukannya aku adaLah seoarang maniak or semacamnya, hanya saja aku ingin mangabadikan setiap ekspresi yang di keLuarkan oLeh Keyko, karena aku sudah tahu bahwa hidupku di dunia tidak akan Lama Lagi. Aku sungguh menyayangimu Keyko!! ~~~ Aku tersenyum membaca itu, ketawa meLihat tuLisan jeLek Yunho, LaLu kemudian aku meraih kamera Yunho yang ada di kotak tadi dan . . . Jepretttt…!!! Aku memotret diriku sendiri yang sedang tersenyum, tapi sedetik kemudian aku menangis menatap hasiL jepretanku sendiri, sungguh rindu . . . “apa kamu sedang meLihatku??” “iaa . . . gue sidang meLihat Lu” seru seseorang, asaL suaranya dari atas?? “siapa Lu??” tanyaku heran pada orang aneh yang sedang berdiri di atas pohon “gue –ehh--!!” serunya kaget , dia terjatuh dan menindihku “aduhhh . . . sakit” isakku “ehh~~ ngapain~~ ummmm !!” aku ingin berteriak tapi dia dengan sigap menutup muLudku dengan tangannya, aku ingin memberontak tapi sayang kekuatannya jauh Lebih besar dariku “sssttt~~ Lu jangan ribut duLu ya” ujarnya menjengkeLkan sambiL ceLingukan ke sana kemari kemudian terdengar suara . . . “Tuannnn~~!!” teriak seseorang, aku berbaLik ke arah yang empunya suara dan mendapati bapak- bapak berjas. owww . . . jadi dia sedang kabur dari seseorang pikirku daLam hati, akupun tidak memberontak Lagi. Dan seteLah orang tua itu tidak keLihatan dari pandangan . . . “maap ya . .” ujarnya sambiL memperbaiki posisi kami yang agak akstrim tadi “g apa- apa” “nihh . .” serahnya sesuatu kepadaku, saputangan “buad apa??” tanyaku heran “buad meLap air mata Lu, maap, itu . . tadi gue g sengaja meLihat Lu menangis dari atas pohon hehehe” katanya peLan. “ow . . itu, g apa- apa kug” jawabku sambiL tersenyum “Lu yang sabar aja, Life must go on, oke . . .” katanya menasehati, tapi baru saja aku ingin mengatakan sesuatu . . “Tuannnn Kyu~~!!!” teriak orang tua tadi, dia kembaLi “ohh . . . shit!!! , gue pergi duLu ya, terima kasihhhh” teriaknya sambiL berLari “heheheh . . “ aku hanya ketawa peLan meLihat orang tadi, cowok yang Lucu “Kyu ya . . “ seruku peLan yang entah kenapa aku tersenyum meLihatnya >>> Life must go on . . . yaaa . . . aku harus tetap bersemangat, aku tahu kamu akan seLaLu menjagaku dari sana. Dan tanpa aku sadari sebuah perasaan baru muLai memasuki kehidupanku , ‘DIA’
<<<
the end~~
Author: dharaa
Cast: Hero Jaeojoong [DBSK], Kimy Nakamura , Fanya , Vino
Two Hearts
Ada kaLanya kita harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita kita tapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan Lebih bahagia bersama denganmu My Best Friend Ever after Kimy Nakamura ---Fanya--- [ from my inbox wkwkwkwk ^^” ]
---My Name is Kimy Nakamura---
Aku sangat suka dengan hidupku. entahLah aku rasa hidupku sudah dapat di katakan sempurna bagaimana tidak aku mempunyai orangtua yang sayang denganku semua yang kuinginkan seLaLu saja mereka kabuLkan ya . . . karena aku adaLah anak tunggaL dari keLuarga ini. Dan aku mempunyai seorang pacar yang sangat baik kepadaku dan tentunya dia juga tampan heheheh. Nah siapa coba yang tidak bahagia jika kehidupannya sepertiku TAPI sekarang aku membenci kehidupanku, membenci semuanya karena kedatangan DIA!!!!
“woiii . . . bangun g Lu”
“hemmmm . . . ogah, nanti aja yaaa . . .”
“g, harus sekarang , gue udah mau ke sekoLah nih!!!” aku menariknya dari daLam seLimut tempat dia tertidur nyenyak
“ya . . Lu peLid amed c” rengeknya dan masih juga mempertahankan posisi
“nahh . . Lu juga kenapa seLaLu tidur di kamar gue, noh kamar Lu” bentakku
“hoammmm . . . iye . . . iye . . . gue bangun, Lu tahu kan kenapa gue tidur di kamar Lu” ujarnya dan tanpa rasa maLu dia Langsung saja masuk WC kamarku dan seteLah itu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa- apaLagi. Ya . . .aku mengerti kenapa begitu, dia mempunyai kebiasaan buruk yaitu sering tidur berjaLan, cakep- cakep kug keLakuan aneh pisan ya??!!
“uhhh~~~ BENCEEEE’ , dasar cowok sengong Lu” teriakku sekeras mungkin karena tidak akan ada yang protes, orang tua??
---fLashback---
“apa??!! Mama dan papa pasti bercanda kan??” aku marah begitu mendengarkan apa yang di katakan mama padaku, ingin rasanya menangis
“aduuuhh . . . sayang, kami hanya pergi untuk beberapa buLan kug”
“beberapa buLan?? Satu minggu saja itu sudah teramad sangat Lama mama~~” rengekku semakin keras entahLah karena sebeLumnya aku tidak pernah berpisah dengan mama dan papa waLaupun itu cuman sehari, manja?? biarLah orang berkata seperti itu.
“sayang tenang . . . mama janji akan membawakan oLeh- oLeh yang sangat kamu inginkan itu” kata mama muLai merayuku Layaknya anak keciL, dan ten tong itu pas memanah keLemahanku
“benarkahhhhh???” oke . . . aku memang sangat tidak reLa membiarkan mama dan papa pergi tugas ke negeri apa Lah namanya itu untuk beberapa buLan tapi tapi tapi . . . aku sangat menginginkan benda itu , benda yang memang harus di beLi Langsung tidak memesannya.
“iaaa . . . kapan emang kamu Liad mama berbohong”
“hemmm . . . oke Lah” kataku akhirnya mengiyakan demi Piano Legend yang sudah aku incar sejak keciL itu
“hehehe . . . gitu dund” ujar mama sambiL mengacak haLus rambutku
“oia . . . sebagai gantinya, kami sudah memanggiL seseorang untuk menjagamu” kata papa ikud nyempLung [?!] ke pembicaraan aku dan mama
“eh siapa??” seruku heran, tidak biasanya papa kayak gini
“nak . . . ayo masuk” kata papa sambiL mempersiLahkan seseorang masuk
“hay . . .” sapanya sambiL tersenyum ramah dan sumpah kaLo aku adaLah es mungkin sekarang itu juga aku akan meLeLeh saking terpesonanya dengan ketampanan orang ini dan aku pikir ini akan menyenangkan
“hay juga” sapaku baLik
---end op fLashback---
“huppppp . . . gue saLah besar karena duLu tergoda dengan senyum manisnya kyaaa . . . sebeL sebeL !!!” seruku sambiL mengacak acak rambut panjangku. Upzzz . . . Lupa, dari tadi cerita ini muLai tapi aku beLum memperkenaLkan diri ya?? Ahahhaha *di Lempar ke Laod* oke . . . nama gue Kimy Nakamura bLasteran Japan karena papa menikah dengan mama yang orang Japan dan gue remaja berumur 16 tahun yang sekarang duduk di keLas 2 SMA dan cowok sengong nyebeLin tadi adaLah ‘PENGASUH’ yang di panggiL khusus oLeh papa sebeLum dia pergi tugas untuk ‘MENJAGA’ku dan namanya Hero Jaejoong. Yupz . . . dari namanya saja sudah ketahuan , dia adaLah orang korea yang kuLiah semester satu di sini. Tidak tahu untuk aLasan apa dia menerima pekerjaan dari papa. Karena aku pikir dia bukan orang yang tidak ‘punya’ , itu dapat di Lihat dari pakaian dan kendaraan yang dia gunakan sehari- hari. Asik aku meLamun tiba- tiba sebuah tepukan yang cukup keras mendarat di punndakku
“woiii . . . katanya teLat tapi masih aja nangkring di sini, ayo pergi ama gue aja” tawarnya
“ogaahhh . . . gue bawa mobiL aja, kapok gue numpang di motor gede Lu itu!!” toLakku
“yakin . . . Lu g Liad nih udah jam berapa setahu gue kaLo udah jam segini Jakarta macet banget apaLagi yang berkendara roda empat, Lumutan deh Lu nunggu wkwkwkw” tawanya membahana, dan benar juga apa kata dia antara harga diri dan mati di teLan idup- idup sama guru piket akhirnya aku membuang jauh- jauh harga diriku untuk kaLi ini
“oke . . . tapi awas ya Lu, gue masih pengen nikah”
“nikah sama c hun hun Lu itu ya?” tanyanya tapi entah cuman perasaanku tapi raut mukanya berubah sedikit menegang
“ya . . . mungkin aja, udah ah, kita pergi”
Dan beberapa menit bukan mungkin cuman beberapa detik saja aku berhasiL sampai dengan SELAMAAAAAATTTT!!!! Di sekoLah
“Herooooooo donn dong , Lu pengen gue koid ya??” teriakku ketika turun dari motor gedenya itu
“hahahah . . . yaa Maap Kimy sayang, dari pada Lu teLad, mau Lu di teLan ama guru piked itu” dia menunjuk kepada saLah satu guru paruh baya yang berdiri di depan gerbang sekoLah dengan muka siap menerkam siapa saja siswa yang terLambat
“huppp . . . oke” aku pun muLai meLangkah masuk ke gerbang sekoLah ketika tiba tiba dia . . .
“woiii . . . helm gue!!” teriaknya munyak yang berhasiL membuat semua orang berbaLik, siaL!!!
“eh?? nih” kataku kesaL sambiL meLemparkan heLmnya tapi dia Langsung saja menarik tanganku sehingga wajah kami sangat dekat dan hampir saja berciuman [author >.<]
“Lu ngomong apa kaLo udah di antarin?” katanya. Aku dapat merasakan hembusan napasnya yang begitu segar saking dekatnya jarak kami
“eh . .. ma – makasih” kataku geLagapan
“heheheh . . . gitu dund” ujarnya sambiL tersenyum manis
“udah ah . . . gue pergi duLu” aku sesegera mungkin meLepaskan tanganku darinya, dan mungkin saja mukaku sudah seperti kepeting rebus sekarang, ada apa ini??!
“hati- hati ya, gue jemput Lu nanti” katanya dan segera itu pergi
“pagi- pagi sudah pacaran, dasar anak muda!!” sindir guru piked tua itu tapi aku tidak menggubrisnya dan Langsung saja berLari menuju keLas dan jujur saja aku beLum . . .
“nih. . . Lu pasti beLum ngerjain PR kimia kan?”
“heheheh . . . tahu aja Lu”
“Lu tuh ya , nama Lu aja yang mirip Kimia tapi otak mah jauh” ejeknya
“heheh . . . biarin, udah ah gue mau kerjain nih duLu, bentar Lagi masuk” aku pun Langsung mengeLuarkan seLuruh kekuatan yang tersisah dan beruntung saja tepat titik terakhir sang guru pun datang.
---
“yukk ke kantin” ajakku begitu beL istirahat di bunyikan
“yukk . . tapi Lu g ada niat buat rapiin tuh rambut” tanyanya sambiL memegang rambut panjangku
“ehh . . ia ya”
“Lu pasti barengan ama Hero Lagi ya?” tebaknya
“yupzz , sebeL gua ama dia, tahu g tadi pagi tuh . . “ akupun muLai menceritakan apa saja yang terjadi tadi pagi kepadanya. Oia . . Lupa Lagi, dia adaLah sahabatku sejak aku duduk di bangku SMP aku terus saja bersamanya, sekoLah dan sekeLas terus hehehe, dan namanya adaLah Fanya, persahabatan kami makin kLop karena orangtua Fanya dan orangtuaku juga bersahabat. Dan kami berjanji akan jadi sahabat ever after apapun yang terjadi.
“Kim . . . Liad deh keLakuan cowok Lu tuh” kata Fanya sambiL menunjuk ke kerumunan cewek. Dan tanpa menunggu Lagi akupun menghamipirinya
“Vino . . “ ujarku peLan di sertai Lirikan tajam terhadap cewek- cewek ganjen tadi. Dan beLum cukup beberapa detik mereka pun pergi
“hua~~ pagi Kimy sayang” dia Lagsung menyambutku untuk duduk di bangku kantinnya dan Fanya pun menyusuL
“oke . . . aku bisa jeLasin yang tadi, gini . . ” kata Vino membuka pembicaraan
“udah . . . kamu g usah jeLasin aku udah ngerti kug” potongku segera, karena sungguh aku sangat percaya dengan Vino, seperti dia yang percaya denganku ketika aku juga di posisi seperti dia. Yup . . . bukannya narsis tapi menurud orang- orang aku dan Vino adaLah pasangan yang sangat serasi, dengan wajah Vino yang tampan di sertai wajahku yang bLasteran Japan.
“heheheh . . . makasih Kimy sayang” katanya sambiL tersenyum sumringah seperti anak keciL
“ehem . . . ehem . . . kayaknya gue udah Laper nih”
“hahaha . . . udah kalian pesan ja, nanti aku yang teraktir” ujar Vino mengerti tentang sifad Fanya
“hahahah . . . oke Lu yakin ya, mba baksonya atu, teh manis, ama cemiLannya atu ranjang”
“eh?? Fanya , Lu Laper apa rakus?” kataku geLi meLihat tingkah Fanya
“hahahah . . . kagak apa- apa Lah Kim, rejeki g boLeh di toLak, ia g Vin?” kata Fanya sambiL meLirik jahiL pada Vino yang sedang was- was menanti nasib dompetnya yang siaL
“hahahahah . . “ aku akhirnya tertawa di sepanjang waktu istirahat ini. Aku sayang sama mereka, senang meLihat kedekatan yang kocak antara Fanya dan Vino dan semoga haL- haL yang sering di katakan orang tentang hubungan Fanya dan Vino itu tidak benar. Ya . . . aku harap begitu.
----
“aku puLang” seruku begitu menginjakkan kaki di rumah tapi bukannya di baLas apa kek gitu dia maLah . . .
“dari mana Lu jam segini baru puLang?” Tanya Hero sambiL berkacak pinggang tepat di hadapanku
“dari jaLan ama Vino dan Fanya” jawabku sekenanya dan berLaLu pergi meninggaLkannya sendiri di ruang tamu
“Heii . . . Kim, gue beLum seLesai bicara”
“emang Lu mau bicara apa Lagi c, kayak bonyok gue aja Lu” aku tetap berjaLan , maLas meLadeninya
“Kimy, Lu ingat kan kaLo gue akan jemput Lu” katanya yang membuat Langkah keciLku terhenti
“eh? Emang ia?? Wahhh . . . maap , gue g ingat heheh, udah ah gue mau mandi duLu” aku pun berLaLu tapi cuman perasaan aku aja atau memang dia ngomong . . .
“Lu tahu tidak, gue terus nunggu Lu sampai sekoLah benar- benar kosong”. Ahhh~~ mungkin cuman angin, mana mungkin Hero yang itu meLakukannya hahahah . . geLooo~~~
---
“duuuhhh . . . Vino kemana c, teLepon rumah pun dia g angakat” seruku kesaL sambiL membanting gagang teLeponku
“kaLo kesaL jangan Lampiasin ama teLepon dund, kasian nanti tuh rusak”
“ah . . . biarin”
“kenapa? C Pinokio itu Lagi ya?” Tanya Hero
“heiii . . . nama dia Vino bukan Pinokio”
“ia . . . ia, udah yuk makan” ajaknya
“wahhh . . . enak, emang Lu beLajar masak di mana c??”
“itu keahLian mah udah dari orok kaLi” ujarnya menyombongkan diri
“haLahhh . . . dasar Lu hahahaha” tawaku akhirnya keLuar, duLu aku rada- rada ragu memecat tukang masak aku karena permintaan dia, tapi sekarang aku g nyeseL, sumpah makanannya sangat enak. Dan beberapa menit seteLah itu kami pun seLesai makan maLam dan aku segera meneLpon Vino LAGI!!
Tut . . . tut . . tut . . .
“uhh~~ siaL!!! Vino kemana c sampai dia g sempad ngangkad teLepon gue” seruku kesaL
“sms dia aja”
“udah, tapi g di baLes, BT gue, g biasanya Vino kayak gini”
“hem. . . udah ah . . g usah mikirin c Pinokio itu, mending kita pergi nyari kaset yang bagus buad nonton, mumpung Lu dan gue juga Libur besok, kita begadang sama- sama”
“wahhh . . . boLeh tuh, dari pada gue kesaL sendiri”
“iya . . betuL tuh, yuk” kami pun pergi bersama mencari kasetnya dan tentunya memakai mobiLku. Dan seteLah cukup 1 jam kami pun berhasiL membawa puLang 10 DVD horror. Tapi ketika aku sedang senang- senangnya jaLan bersama Hero, Langkahku terhenti begitu meLihat sebuah pemandangan yang sungguh sangat menyakitkanku. Sosok mereka begitu sangat aku kenaL sehingga waLaupun daLam kegeLapan seperti ini aku dapat tahu betuL siapa mereka
“Kimy?? Lu kenapa??” Tanya Hero prihatin tapi aku tidak mengacuhkannya dan terus saja meLangkah menghampiri ke dua sosok yang sedang bermesraan menurutku
“Vino??”
“Fanya??” suaraku bergetar bukan main meLihat mereka berpeLukan, aku menutup muLudku dengan sebeLah tangan. Aku meLihat Fanya menitikkan air matanya, tapi sekarang aku sudah tidak peduLi dengan itu, tidak peduLi kenapa dia menangis karena sekarang mereka berhasiL membuatku Lebih sakit Lagi. Sekarang di otakku terus saja mengingat kata- kata orang kepadaku yang duLu sudah aku buang jauh jauh karena aku percaya pada Fanya dan Vino. Kata- kata bahwa mereka sering meLihat Vino jaLan ama Fanya, jaLan BERDUA!!!. Tapi sekarang aku percaya kata orang itu!!!
“sedang apa kalian??” tanyaku dengan suara peLan yang sudah bergetar menahan air mata
“tunggu . . . Kimy, kamu jangan berprasangka buruk duLu”
“ia . . Kim, biar gue jeLasin” kata Fanya muLai menenangkanku
“iaa . . . gue dengar Lu semua, terus apa penjeLasannya, hah?!!” bentakku pada Fanya
“apa ada sesuatu yang special di antara kaLian?!!” tanyaku Langsung, dan aku baru menyadari pertanyaan bodohku tadi, 2 menit berLaLu tapi tak ada juga yang membuka muLudnya untuk menjawab pertanyaanku tadi
“i—ituu . . “ kata Vino sedikit geLagapan. Ku mohon biLang tidak!!! Jeritku daLam hati tapi sepertinya permohonanku tadi sia sia saja karena . . .
“sebenarnya aku . . . aku dan Fanya”
“udah, g usah di Lanjutin Lagi, aku udah ngerti kug” kataku memotong
“eh . . Tunggu, Tunggu duLu Kim, ini bukan kayak yang Lu pikirin, Vino apaan c Lu?!!!” bentak Fanya pada Vino
“tapi Fanya aku, aku sayang ama kamu” ujar Vino dengan menggunakan ‘aku-kamu’ bukan ‘Lu-gue’ Lagi. Dan itu membuatku yakin bahwa Vino benar- benar menyukai Fanya.
“berhenti g Lu Vin!!!” bentak Fanya sekaLi Lagi, makin gusar
“hahahaha . . . udah Lah Fan, gue ngerti kug heheheh” aku tertawa pahit meLihat keadaanku sendiri
“Tapi Kimy, sumpah ini tidak seperti yang Lu bayangin, pLis percaya ama gue!!!” paksa Fanya sambiL mengguncang tubuhku yang sudah Lemah
“Lu egois banget Fan!! Udah Lah gue g mau denger apa- apa Lagi, semoga kalian bahagia” akupun menyeLonong pergi dan tanpa sadar sebuah mobiL dari arah berLawan datang dan . . .
Bruuuuuukkkkk . . .!!!
“Kimy!!!” teriak Fanya dan tubuhku terhentak ke ujung jaLan. Semuanya menjadi geLap hanya suara Hero yang sempad aku dengar memanggiL namaku
---
“Kimy??”
“ehh?? Hero . . . gue ada di mana??” tanyaku begitu terbangun
“Lu ada di rumah sakit sekarang”
“ow . . . gue kiran, gue udah koid hehehe” aku mencoba untuk bercanda tapi tidak seperti biasanya Hero tidak menenanggapi candaanku sama sekaLi, wajahnya tampak sedih. Tunggu . . .
“Hero Fanya di mana??!!!” tanyaku padanya, aku teringat akan kejadian itu, aku ingat bahwa Fanya yang teLah . . .
“Dia sekarang ada di ruang UGD” tanpa berbasa- basi Lagi aku Langsung berLaLu menuju ruangan Fanya. Tapi kenapa perasaan gue g enak?!! Kumohon tuhan gue g mau kehiLangan dia?!!!
“Fanya” panggiLku peLan padanya
“ehh . . . Kimy , sukur deh Lu seLamat”
“hiks . . . hiks . . . bodoh , kenapa Lu seLamatin gue hah??!! padahaL gue udah marahin Lu!!” aku sudah tak dapat menahan air mataku Lagi, aku menangis, menangis meLihat keadaan Fanya sekarang. Aku menggenggam erat tanganya
“hiks . . . hiks . .sebenarnya, gue yang ada di posisi Lu Fan hiks . . . hiks . . gue . . “ kataku terbata- bata
“hahaha . . . dasar bodoh, mana mungkin gue biarin sahabat gue tertabrak hahahah” dia berusaha ketawa di tengah sakitnya
“oia . . . gue minta maap soaL Vino Kim, gue . . . benar- benar minta maap, sahabat macam apa gue yang teLah nusuk Lu dari beLakang hahaha”
“ia . . . gue udah maapin Lu kug, jadi kumohon berhentiLah bicara, nanti sakit Lu tambah parah”
“g apa- apa kug Kim, soaLnya hanya maap Lu yang gue pengen saat ini, makasih udah mau maapin gue, tapi waLopun Lu g mau maapin gue dan g nganggep gue sahabat Lu Lagi tapi gue akan tetap nganggep Lu sahabat ever after gue, gue sayang ama Lu, Kimy sahabat gue . . .” katanya terpotong dan tangan yang dari aku genggam perLahan jatuh dan beberapa detik kemudian terdengar Titttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt . . . dan aku tahu maksudnya itu
“Fanyaaaa . . .!!”
“Fanyaaaa . . .!!!”
“Fanyaaa. . .!!!” aku teriak histeris meLihat tubuh kaku sahabatku itu, aku menangis segunggukan
“Kimy!!” seru Hero dan Lagsung menarikku ke daLam peLukannya
“Hero . . . Fanya . . dia . . .dia udah pergi dari gue , Hero ini semua saLah gue . . .!!!” aku terus saja memberontak, tidak terima dengan kematian Fanya. Tapi Hero tetap saja memeLukku, membungkus badanku yang gemetar.
---
1 minggu sudah berLaLu sejak kematian Fanya dan aku masih beLum bisa menerimanya. Sekarang aku berada di kamarnya yang serba hijau ini. Tiba- tiba mataku tertuju pada sebuah buku. Diary?? Tapi setahuku Fanya g suka nuLis buku diary pikirku daLam hati. Tapi rasa penasaranku pun mendorong untuk membukanya. Dan benar saja hanya beberapa kaLimat yang tertuLis di sana, akupun membacanya
~~dear Diary
Oke . . . gue sebenernya paling males nuLis diary cz gue udah punya diary berjaLan en muLti fungsi yaitu sahabat gue sendiri c Kimy Nakamura. Tapi haL yang satu ini tidak bisa gue beritahu ke dia, kenapa?? Gini .. . gue sebenernya suka ama satu cowok di sekoLah gue, en gue sukanya pada pandangan pertama Lagi, gue suka banget ama nih cowok , namanya Vino Ardian. Dia baeeee banget, en gue berhasiL dekat ama dia tanpa sepengetahuan Kimy. Tapi pas gue pengen ngenaLin Vino ama Kimy, tiba- tiba aja dia ngomong “Fanya Liad deh tuh kakak keLas, dia cakep ya? Terus katanya dia baee banget, gue juga sempet di toLongin ama dia tadi, gue sukaaaaa ama dia Fan, kira- kira gue bisa jadian ama dia g ya??” yuppp. . . gue masih ingat betuL perkataan Kimy kaLa itu dan agak g percaya cz Kimy yang gue kenaL adaLah orang yang susah banget mengeLuarkan kata- kata pujian terhadap orang asing, tapi terhadap Vino beda , aku tahu dia sangat menyukai Vino dan karena itupun aku berjanji sama diri gue, kaLo gue bakaL mak combLangin mereka dan ngubur perasaan gue daLem- daLem demi Kimy sahabat ever after gue!!!!
~~The end
Aku terduduk Lemas membaca itu, sekarang gue sadar bahwa bukan Fanya yang egois tapi gue!!!
“Fanya . . . maapin gue hiks . . hiks” kataku sambiL memeLuk erat buku diary itu
seteLah cukup puas menangis aku pun menghampiri Hero yang sedari tadi menungguku di ruang tamu Rumah Fanya. Tapi Langkahku terhenti begitu aku meLihatnya . . .
“oh . . . Lu datang juga Vin!!” sindirku pada Vino
“Kimy . . . aku, minta maap” katanya tak memandang wajahnya sama sekaLi
“minta maap?? Emang kemana aja Lu seLama ini?? Kemana Lu saat pemakaman Fanya hah?!!”
“itu . . . aku ada urusan ama keLuarga jadinya . . “ beLum sempat dia menyeLesaikan penjeLasannya aku sudah memotongnya
“haLLaaahhh aLesannn . . . dasar Cowok pengecut Lu Vin” kataku
“Herooo . . . Yuk puLang”
“Kimyyy . . . tunggu,apa Lu mau maapin gue?”
“talk to my hand!!!” dan seteLah itupun aku berLaLu bersama Hero dan kaLi ini menaiki motornya
---
“Lu pengen nangis, nangis aja, nihhh . . . gue pinjemin bahu gue” tawar Hero begitu kami tiba entah di mana ini, tapi aku sangat suka temapt ini
“hahah . . . makasih, tapi gue udah g pengen nangis Lagi kug”
“udah Lah, sini” dia tiba- tiba saja menarikku ke daLam peLukannya
“Lu g usah sok kuad gitu, kehiLangan orang yang kita sayang daLam waktu yang bersamaan itu terLaLu sangat menyakitkan Kim” katanya dan seteLah mendengar itu akupun menangis entah untuk ke berapa kaLinya
---
“oia . . . dari duLu gue pengen nanya ama Lu, kug Lu fasih banget bicara Indonesia?? Terus kug Loh mau aja nerima pekerjaan jadi ‘PENGASUH’ gue?? padahaL Lu kan berduit keLihatannya??” tanyaku tiba- tiba seteLah berhenti menangis. Dia tidak segera menjawabnya , keLihatannya dia sedang menimbang nimbang sesuatu yang entah apa itu.
“menurut Lu kenapa?” Tanya baLik
“eh?? Kug nanya baLik, ya . . . gue g tahu Lah”
“hahahaha . . . udahLah ayuk puLang, udah maLam nih” diapun menarik tanganku dan menancap motornya dengan kecepatan sedang. Huppppp . . . padahaL kan gue pengen tahu, sedikit aja tentang dia.
---My Name is Hero Jaejoong---
Aku menatap keLuar jendeLa kamarku, menatap bintang- bintang yang menghiasi Langit maLam ini. LaLu aku teringat dengan apa yang ditanyakan oLeh Kimy sore tadi
“oia . . . dari duLu gue pengen nanya ama Lu, kug Lu fasih banget bicara Indonesia?? Terus kug Loh mau aja nerima pekerjaan jadi ‘PENGASUH’ gue?? padahaL Lu kan berduit keLihatannya??”
“Kimy . . . sepertinya Lu emang udah Lupa ama gue” ujarku peLan. Asik aku meLamun terdengar teriakan Kimy. Aku kaget dan Langsung saja berLari ke kamarnya hanya berada di depan kamarku.
“Kimy!!! Ada apa??”
“Heroooo . . . tuh . . . tuh . .”dia menjerit sambiL Lompat di tempat tidurnya, menunjuk pada sebuah . . .
“Kecoa??” kataku heran sambiL memegang hewan ini.
“Lu takut ama kecoa Kim??” tanyaku geLi
“hyaaa . . . Jorokkkk . . . buang tuh , gue g sukaaaa!!!” teriaknya dan karena itu akupun membuangnya
“nah . . udah, Lu bisa turun dari tempat tidur sekarang”
“bener Lu g Liad kecoa Lagi??” Tanya masih takut
“hemmmm . . . ia udah kagak ada, ayoo turun Lu kayak anak keciL aja takut ama kecoa”
“yeeeee . . . biarin dari pada Lu sukanya tidur berjaLan, mana nyangkutnya seLaLu di kamar gue Lagi , nohh . . . di koLong jembatan sono wkwkwkwk” ejeknya
“yeeee . . . itu mah namanya unik hehehehhe”
“haLaaah . . hahahah . .”
“oiaaaa . . . Hero, gue Laper nih, masak dund”
“boLeh, ayo” aku mengiringnya turun dari tempat tidurnya.
“oke . . . gue tunggu ya di sini sambiL nonton, masak yang enak ya Hero sayang hehehhe” serunya , dan kenapa aku senang saat dia menggunakan kata ‘sayang’ tadi. Huppp . . udahLah. Akupun meLangkah masuk ke dapur dan muLai memasak. beLum cukup 30 menit akhirnya masakanku jadi juga tapi . . .
“oke . . ayo makan, eh?? Kimy?” seruku kaget mendapati sosok keciL Kimy terLeLap dengan puLasnya di sofa. Tidak tega membangunkannya aku pun mengiringnya menuju kamarnya. Aku membaringkan tubuhnya perLahan LaLu menyeLimutinya dengan seLimut hijau kesukaannya itu.
“Kimy . . . apa bener Lu g ingat ama gue Lagi” aku mengeLus dengan Lembut rambut panjangnya sambiL menatap Lekat- Lekat raut wajahnya yang sangat ku rindukan itu. 11 tahun sudah aku terus mencarimu dan akhirnya aku menemukanmu tapi kenapa yang aku temukan hanya matamu bukan hatimu,
“Vinoo~~” gumam keciL Kimy di tengah tidurnya ,apakah kamu masih sayang c Pinokio itu??
---
“Pagi Hero, gue berangkat duLu ya”
“heyy . . . Lu g mau gue anter??” tawarku
“heheheh . . . g usah, gue kan bawa mobiL. Oke dada . .” teriaknya sambiL meLambai dan akhirnya menghiLang dari pandangan mataku. Aku hanya bisa memandangnya pergi tanpa meLakukan apa- apa.
---
“haLoo . . . Hero kayaknya gue teLad puLangnya, Lu g usah masak makan maLam buad gue ya? Oke dada . .”
“eh. . . emang Lu ada di mana sekarang?” tanyaku tapi terLambat dia sudah memutuskannya, begitu aku ingiin menghunbunginya Lagi Hape-nya tidak aktif
“uhhh . . siaL!!!”
“pasti sekarang dia bersama c Pinokio itu!!” tebakku, tapi itu bukan tanpa aLasan karena sudah berapa hari ini dia aku Lihat jaLan kembaLi bersama Vino, aku tahu itu haL wajar karena pasti Kimy masih beLum bisa sepenuhnya meLupakan Vino waLopun c Pinokio itu sudah menyakitinya.
“padahaL hari ini gue berniat untuk membuat pesta keciL- keciLan, apakah dia tidak mengingat kaLo hari ini uLangtahunku? Ato bahkan dia sama sekaLi tidak tahu??!” tanyaku frustasi , kasian meLihat diriku sendiri yang sama sekaLi tak di pandang oLeh Kimy.
1 jam sudah berLaLu, hujan ikut turun maLam ini seakan sedih meLihat persiapan yang sudah aku Lakukan. Tapi tiba- tiba saja HP-ku berbunyi dan . . .
“He—hero toLong , kyaaaaaaa~~”
“Kimy. . . Kimy . . . HaLoooo?!!!” tidak ada jawaban, hubungannya terputus.
“siaLL!!” seruku kesaL dan Langsung saja menyambar kunci motorku , menancap gasnya tanpa peduLi derasnya Hujan, sekarang di kepaLaku hanya ada satu kata: Kimy!!!
Aku mengeLiLingi kota Jakarta tapi tidak juga menemukannya sampai aku meLewati sebuah ruko keciL, aku meLihatnya, dia di kerumuni oLeh orang- orang asing. Aku Langsung saja turun dari motorku dan . . .
Buukkkk . . . satu kepaLanku jatuh tepat pada saLah satu orang asing itu tapi temannya Lagi menusukku dengan benda tajam tepat di perutku, aku meringis, seakan tidak kuad Lagi berdiri. Mereka menghajarku bersamaan sampai aku tergeLetak di jaLan, saat aku sudah ingin pingsan rasanya tiba- tiba saja Kimy berteriak
“kyaaaaaaa~~ Heroooo . . . ToLong” teriaknya saat saLah satu orang asing ini mendekat padanya. Dan entah ada suatu kekuatan yang mendorongku, mendorongku untuk menyeLamatkannya [==’]. Akupun terbangun dan menghajar orang- orang asing itu dan akhirnya pada saat titik penghabisanku poLisipun datang.
“Kimy . . Lu g apa- apakan?” tanyaku Lemah padanya
“bodoh . . “ katanya dan Langsung saja menghambur memeLukku
“heheheh . . . yuk puLang” kamipun puLang bersama dengan memakai mobiL Kimy sedangkan motorku di bawah oLeh saLah satu poLisi tadi.
Baru kami ingin meLangkah masuk, aku Langsung teringat dengan persiapan party yang sudah aku Lakukan di daLam. Akan sunggung memaLukan jika dia mengetahuinya. Dan karena itu pun aku memutuskan . . .
“heiiii . . . kita g usah masuk aja”
“eh . . kug? Kita kan harus mengobati Luka Lu” tanyanya heran
“g usah, Lagian pisau tadi g gitu nancep [?!] kug” ujarku
“tapi . .”
“udah Lah, any way . . Lu ngapain si bisa nyangkud di sana?? maLam- maLam Lagi” Tanyaku mecoba mengaLihkan pembicaraan
“hemmm . . . itu karena, nihhhh . . .” serahnya padaku sesuatu bungkusan uLangtahun??
“eh??”
“seLamat uLangtahun Hero Jaejoong” serunya sambiL tersenyum manis
“eh? Tunggu jadi Lu ingat hari uLangtahun gue ya?” tanyaku bLoond
“ya iaLahhh, masa’ sih gue g tahu, itukan ada di kaLender Lu, gue Liad kemaren, maap udah masuk di kamar Lu tanpa ijin ehehhe”
“jadi Lu pergi ke ruko itu . . .”tanyaku sekaLi Lagi untuk meminta sedikit penjeLasan
“yupzzz . . . heheheh”
“bodohh . . “ kataku, kaLi ini aku yang mengatainya bodoh, dan Langsung saja menariknya kepeLukanku
“eh??”
“Lu tuh bodoh banget ya. Kan karena itu Lu bisa aja terLuka”
“nah . . . buktinyakan sekarang gue baik- baik aja karena ada Lu hehehe”
“bodoh” seruku sekaLi Lagi dan meLepaskan peLukanku
“terus . . . kita ngapain nie, udah mau jam 12 tapi kita g buad party sama sekaLi” ujarnya maLas
“g kug”
“eh?”
“guess what?” tanyaku dan akhirnya kamipun masuk ke daLam rumah, hemm . . . ternyata semuanya g sia- sia
---
“hahahah . . . Lu bisa juga buad kayak gini , g percaya gue”
“ya . . bener gue yang design Loh, gimana? Bagus g?”
“hemmmmm . . . gimana ya? bagus kug heheheh, indah banget”
“Loh?” seruku kaget
“yaaa . . . kug Lu bukanya sekarang c Her?!!”
“kenapa emangnya? Gue kan g sabar pengen tahu apa isinya”
“yaa . . . karena gue maLu eheheh . . maap cuman ngasih itu cz gue g tahu apa yang Lu suku, yang gue tahu mah Lu sukanya masak jadi gue kasih aja deh buku masakan sari berbagai Negara”
“bodoh . . maLah ini Lah yang gue suka , tengs ya”
“eh . . . benarkah? Masamaa hehehehe”
“oia . . . gue kirain Lu jaLan ama Vino tadi” tanyaku
“eh? Vino?? Lu pikir gue bodoh apa masih suka ama cowok pengecut macam dia? Orang yang buad persahabatan gue ama Fanya pecah dan akhirnya Fanya pergi” ujar Kimy sedikit terisak saat menyebut nama Fanya
“maap . . . gue hanya mengira . . .”
“udah . .g apa- apa kug, oia . . . udah mau jam 12 nih, make a wish” katanya memotong
“hemm . . oke” aku memejamkan mata sebentar tapi saat aku membuka mataku aku meLihat Kimy juga ikud memejamkan mata.
“eh? Lu make a wish juga Kim?” tanyaku heran
“ho-oh . . . emang kagak boLeh?”
“hhahaha . . . boLeh c ehehehe”
“so wish Lu apa nih?” tanyanya
“ada deh, mau tahu aja”
“yeee . . peLid ahahaha”
“oia . . . kita jaLan- jaLan yuk besok” ajaknya
“hem . . . kemana?” tanyaku sedikit ragu
“kemana aja, oke?” aku tidak menjawabnya karena aku tahu aku . . .
“Yuk . . kita makan kuenya” ajakku padanya. Dan akhirnya maLam itu kami habiskan bersama sama. maLam yang sangat menyenangkan untuk hari terakhirku di Indonesia.
---Kimy’s Heart---
“Pagi sayang”
“hemmmm . . . “ gumamku keciL
“Kimy ayo bangun” sayup- sayup terdengar suara yang aku rindukan, Tunggu . . .
“Mama . . . Papa . . .” seruku senang Langsung memeLuk mamaku
“wahhh . . . mama kapan datangnya? Kug g hubungin duLu?”
“hehehe . . maap sayang, kami ingin buat sprise aja buad kamu, kami tadi tiba di Jakarta Jam 5 pagi” jeLas mereka
“eh . . wmang ini udah jam berapa?”
“udah jam 11, kenapa emangnya?”
“huaaa~~ aku ama Hero kan udah janji mau jaLan bareng maa~~. . . duuh . . teLad deh , Hero bisa marahin aku nih” aku segera bergegas ke kamar mandi ketika tiba- tiba Langkahku terhenti begitu mama mengatakan
“eh? Tapi Hero kan udah puLang ke Korea tadi jam 7 pagi Kim” jeLas mama peLan
“apa? Maksud mama apa??!!”
---
Sekarang aku sedang duduk santai di saLah satu sofa kamar yang biasa di tiduri oLeh c munyak Hero Jaejoong. Memandangi ke seLuruh sudut kamar ini. Ternyata aku baru menyadari bahwa Hero sudah sangat berarti di daLam hidupku. Buktinya baru beberapa jam saja aku tidak meLihatnya aku sudah sangat rindu, aku ingat duLu bahwa duLu dia begitu sangat menyebaLkan. LaLu aku meLihat sekaLi Lagi surat yang sekarang ada di tanganku, surat yang di tuLis oLehnya sebeLum pergi.
~~~dear Kimy-ku heheheh
Hay . . . maap gue tidak saLam ama Lu sebeLum gue pergi , bukannya apa tapi gue takut apabiLa gue Lihat wajah Lu, pasti gue bakaL g bisa puLang ke korea. Karena Jujur gue hemmmm . . . gue suka ama Lu Kimy Nakamura. Sorry gue nyatainnya Lewat surat, karena gue terLaLu pengecut untuk nyataiinnya Langsung ama Lu, takut kaLo Lu bakaL noLak gue heheheh. Gue psti akan kembaLi ke Indonesia kerana gue g tahan pisah ama Lu yang cerewet itu, seteLah urusan gue di Korea keLar gue pasti kembaLi di kehidupan Lu, bisakah Lu nunggu itu? nunggu sampai gue bisa ‘nembak’ Lu?? Oiaaa . . . satu Lagi, Lu masih ingat g pernah bertanya ama gue “dari duLu gue pengen nanya ama Lu, kug Lu fasih banget bicara Indonesia?? Terus kug Loh mau aja nerima pekerjaan jadi ‘PENGASUH’ gue?? padahaL Lu kan berduit keLihatannya??” nahhh . . . gue bakaL jawab di sini karena sekaLi Lagi gue terLaLu pengecut untuk jujur ama Lu heheheh . . . sebenarnya 11 tahun yang LaLu gue sempat tinggaL di Indonesia daLam jangka waktu yang Lama dan sebab itu gue fasih speak Indonesia, dan gue tinggaL pas di samping rumah Lu, Lu g tahu?? Pasti karena Lu orang yang terLaLu tidak ingin tahu. Nah… Lu tahu kan penyakit tidur berjaLan gue?? duLu suatu maLam gue tidur berjaLan gitu en hampir aja jatuh ke jurang beLakang rumah, nah untung aja hari itu ada seorang anak keciL yang narik gue, seLamtin gue, en Lu pasti tahu sapa itu?? yuppzz. . . that’s u Kimy Nakamura. Semenjak itu gue pengen banget berteman ama Lu, tapi pas gue pengen ngajak Lu main, gue hari itu juga mesti ke korea. And then pas gue baLik , ternyata Tuhan memudahkan gue dekat ama Lu, karena gue dengardari bokap Lu katanya mereka pengen pergi ke Luar negeri dan butuh seseorang untuk menjaga gue. and i got u heheh . . .
So . . gue hanya ingin Lu tunggu gue, dan jangan isi hati Lu ama yang Lain, apakah Lu suka ama gue juga??
----
Aku tertawa dan terbengong- bengong membaca surat c munyak itu. aku g tahu mau ngomong apa Lagi tapi yang pasti
“ia . . . gua juga suka ama Lu Hero Jaejoong dan gue bakaL tunggu Lu” kataku dan kemudian tersenyum meninggaLkan kamar Hero.
The end---
