My Story: Two Hearts

Author: dharaa

Cast: Hero Jaeojoong [DBSK], Kimy Nakamura , Fanya , Vino

Two Hearts

Ada kaLanya kita harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita kita tapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan Lebih bahagia bersama denganmu My Best Friend Ever after Kimy Nakamura ---Fanya--- [ from my inbox wkwkwkwk ^^” ]

---My Name is Kimy Nakamura---

Aku sangat suka dengan hidupku. entahLah aku rasa hidupku sudah dapat di katakan sempurna bagaimana tidak aku mempunyai orangtua yang sayang denganku semua yang kuinginkan seLaLu saja mereka kabuLkan ya . . . karena aku adaLah anak tunggaL dari keLuarga ini. Dan aku mempunyai seorang pacar yang sangat baik kepadaku dan tentunya dia juga tampan heheheh. Nah siapa coba yang tidak bahagia jika kehidupannya sepertiku TAPI sekarang aku membenci kehidupanku, membenci semuanya karena kedatangan DIA!!!!

“woiii . . . bangun g Lu”

“hemmmm . . . ogah, nanti aja yaaa . . .”

“g, harus sekarang , gue udah mau ke sekoLah nih!!!” aku menariknya dari daLam seLimut tempat dia tertidur nyenyak

“ya . . Lu peLid amed c” rengeknya dan masih juga mempertahankan posisi

“nahh . . Lu juga kenapa seLaLu tidur di kamar gue, noh kamar Lu” bentakku

“hoammmm . . . iye . . . iye . . . gue bangun, Lu tahu kan kenapa gue tidur di kamar Lu” ujarnya dan tanpa rasa maLu dia Langsung saja masuk WC kamarku dan seteLah itu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa- apaLagi. Ya . . .aku mengerti kenapa begitu, dia mempunyai kebiasaan buruk yaitu sering tidur berjaLan, cakep- cakep kug keLakuan aneh pisan ya??!!

“uhhh~~~ BENCEEEE’ , dasar cowok sengong Lu” teriakku sekeras mungkin karena tidak akan ada yang protes, orang tua??

---fLashback---

“apa??!! Mama dan papa pasti bercanda kan??” aku marah begitu mendengarkan apa yang di katakan mama padaku, ingin rasanya menangis

“aduuuhh . . . sayang, kami hanya pergi untuk beberapa buLan kug”

“beberapa buLan?? Satu minggu saja itu sudah teramad sangat Lama mama~~” rengekku semakin keras entahLah karena sebeLumnya aku tidak pernah berpisah dengan mama dan papa waLaupun itu cuman sehari, manja?? biarLah orang berkata seperti itu.

“sayang tenang . . . mama janji akan membawakan oLeh- oLeh yang sangat kamu inginkan itu” kata mama muLai merayuku Layaknya anak keciL, dan ten tong itu pas memanah keLemahanku

“benarkahhhhh???” oke . . . aku memang sangat tidak reLa membiarkan mama dan papa pergi tugas ke negeri apa Lah namanya itu untuk beberapa buLan tapi tapi tapi . . . aku sangat menginginkan benda itu , benda yang memang harus di beLi Langsung tidak memesannya.

“iaaa . . . kapan emang kamu Liad mama berbohong”

“hemmm . . . oke Lah” kataku akhirnya mengiyakan demi Piano Legend yang sudah aku incar sejak keciL itu

“hehehe . . . gitu dund” ujar mama sambiL mengacak haLus rambutku

“oia . . . sebagai gantinya, kami sudah memanggiL seseorang untuk menjagamu” kata papa ikud nyempLung [?!] ke pembicaraan aku dan mama

“eh siapa??” seruku heran, tidak biasanya papa kayak gini

“nak . . . ayo masuk” kata papa sambiL mempersiLahkan seseorang masuk

“hay . . .” sapanya sambiL tersenyum ramah dan sumpah kaLo aku adaLah es mungkin sekarang itu juga aku akan meLeLeh saking terpesonanya dengan ketampanan orang ini dan aku pikir ini akan menyenangkan

“hay juga” sapaku baLik

---end op fLashback---

“huppppp . . . gue saLah besar karena duLu tergoda dengan senyum manisnya kyaaa . . . sebeL sebeL !!!” seruku sambiL mengacak acak rambut panjangku. Upzzz . . . Lupa, dari tadi cerita ini muLai tapi aku beLum memperkenaLkan diri ya?? Ahahhaha *di Lempar ke Laod* oke . . . nama gue Kimy Nakamura bLasteran Japan karena papa menikah dengan mama yang orang Japan dan gue remaja berumur 16 tahun yang sekarang duduk di keLas 2 SMA dan cowok sengong nyebeLin tadi adaLah ‘PENGASUH’ yang di panggiL khusus oLeh papa sebeLum dia pergi tugas untuk ‘MENJAGA’ku dan namanya Hero Jaejoong. Yupz . . . dari namanya saja sudah ketahuan , dia adaLah orang korea yang kuLiah semester satu di sini. Tidak tahu untuk aLasan apa dia menerima pekerjaan dari papa. Karena aku pikir dia bukan orang yang tidak ‘punya’ , itu dapat di Lihat dari pakaian dan kendaraan yang dia gunakan sehari- hari. Asik aku meLamun tiba- tiba sebuah tepukan yang cukup keras mendarat di punndakku

“woiii . . . katanya teLat tapi masih aja nangkring di sini, ayo pergi ama gue aja” tawarnya

“ogaahhh . . . gue bawa mobiL aja, kapok gue numpang di motor gede Lu itu!!” toLakku

“yakin . . . Lu g Liad nih udah jam berapa setahu gue kaLo udah jam segini Jakarta macet banget apaLagi yang berkendara roda empat, Lumutan deh Lu nunggu wkwkwkw” tawanya membahana, dan benar juga apa kata dia antara harga diri dan mati di teLan idup- idup sama guru piket akhirnya aku membuang jauh- jauh harga diriku untuk kaLi ini

“oke . . . tapi awas ya Lu, gue masih pengen nikah”

“nikah sama c hun hun Lu itu ya?” tanyanya tapi entah cuman perasaanku tapi raut mukanya berubah sedikit menegang

“ya . . . mungkin aja, udah ah, kita pergi”

Dan beberapa menit bukan mungkin cuman beberapa detik saja aku berhasiL sampai dengan SELAMAAAAAATTTT!!!! Di sekoLah

“Herooooooo donn dong , Lu pengen gue koid ya??” teriakku ketika turun dari motor gedenya itu

“hahahah . . . yaa Maap Kimy sayang, dari pada Lu teLad, mau Lu di teLan ama guru piked itu” dia menunjuk kepada saLah satu guru paruh baya yang berdiri di depan gerbang sekoLah dengan muka siap menerkam siapa saja siswa yang terLambat

“huppp . . . oke” aku pun muLai meLangkah masuk ke gerbang sekoLah ketika tiba tiba dia . . .

“woiii . . . helm gue!!” teriaknya munyak yang berhasiL membuat semua orang berbaLik, siaL!!!

“eh?? nih” kataku kesaL sambiL meLemparkan heLmnya tapi dia Langsung saja menarik tanganku sehingga wajah kami sangat dekat dan hampir saja berciuman [author >.<]

“Lu ngomong apa kaLo udah di antarin?” katanya. Aku dapat merasakan hembusan napasnya yang begitu segar saking dekatnya jarak kami

“eh . .. ma – makasih” kataku geLagapan

“heheheh . . . gitu dund” ujarnya sambiL tersenyum manis

“udah ah . . . gue pergi duLu” aku sesegera mungkin meLepaskan tanganku darinya, dan mungkin saja mukaku sudah seperti kepeting rebus sekarang, ada apa ini??!

“hati- hati ya, gue jemput Lu nanti” katanya dan segera itu pergi

“pagi- pagi sudah pacaran, dasar anak muda!!” sindir guru piked tua itu tapi aku tidak menggubrisnya dan Langsung saja berLari menuju keLas dan jujur saja aku beLum . . .

“nih. . . Lu pasti beLum ngerjain PR kimia kan?”

“heheheh . . . tahu aja Lu”

“Lu tuh ya , nama Lu aja yang mirip Kimia tapi otak mah jauh” ejeknya

“heheh . . . biarin, udah ah gue mau kerjain nih duLu, bentar Lagi masuk” aku pun Langsung mengeLuarkan seLuruh kekuatan yang tersisah dan beruntung saja tepat titik terakhir sang guru pun datang.

---

“yukk ke kantin” ajakku begitu beL istirahat di bunyikan

“yukk . . tapi Lu g ada niat buat rapiin tuh rambut” tanyanya sambiL memegang rambut panjangku

“ehh . . ia ya”

“Lu pasti barengan ama Hero Lagi ya?” tebaknya

“yupzz , sebeL gua ama dia, tahu g tadi pagi tuh . . “ akupun muLai menceritakan apa saja yang terjadi tadi pagi kepadanya. Oia . . Lupa Lagi, dia adaLah sahabatku sejak aku duduk di bangku SMP aku terus saja bersamanya, sekoLah dan sekeLas terus hehehe, dan namanya adaLah Fanya, persahabatan kami makin kLop karena orangtua Fanya dan orangtuaku juga bersahabat. Dan kami berjanji akan jadi sahabat ever after apapun yang terjadi.

“Kim . . . Liad deh keLakuan cowok Lu tuh” kata Fanya sambiL menunjuk ke kerumunan cewek. Dan tanpa menunggu Lagi akupun menghamipirinya

“Vino . . “ ujarku peLan di sertai Lirikan tajam terhadap cewek- cewek ganjen tadi. Dan beLum cukup beberapa detik mereka pun pergi

“hua~~ pagi Kimy sayang” dia Lagsung menyambutku untuk duduk di bangku kantinnya dan Fanya pun menyusuL

“oke . . . aku bisa jeLasin yang tadi, gini . . ” kata Vino membuka pembicaraan

“udah . . . kamu g usah jeLasin aku udah ngerti kug” potongku segera, karena sungguh aku sangat percaya dengan Vino, seperti dia yang percaya denganku ketika aku juga di posisi seperti dia. Yup . . . bukannya narsis tapi menurud orang- orang aku dan Vino adaLah pasangan yang sangat serasi, dengan wajah Vino yang tampan di sertai wajahku yang bLasteran Japan.

“heheheh . . . makasih Kimy sayang” katanya sambiL tersenyum sumringah seperti anak keciL

“ehem . . . ehem . . . kayaknya gue udah Laper nih”

“hahaha . . . udah kalian pesan ja, nanti aku yang teraktir” ujar Vino mengerti tentang sifad Fanya

“hahahah . . . oke Lu yakin ya, mba baksonya atu, teh manis, ama cemiLannya atu ranjang”

“eh?? Fanya , Lu Laper apa rakus?” kataku geLi meLihat tingkah Fanya

“hahahah . . . kagak apa- apa Lah Kim, rejeki g boLeh di toLak, ia g Vin?” kata Fanya sambiL meLirik jahiL pada Vino yang sedang was- was menanti nasib dompetnya yang siaL

“hahahahah . . “ aku akhirnya tertawa di sepanjang waktu istirahat ini. Aku sayang sama mereka, senang meLihat kedekatan yang kocak antara Fanya dan Vino dan semoga haL- haL yang sering di katakan orang tentang hubungan Fanya dan Vino itu tidak benar. Ya . . . aku harap begitu.

----

“aku puLang” seruku begitu menginjakkan kaki di rumah tapi bukannya di baLas apa kek gitu dia maLah . . .

“dari mana Lu jam segini baru puLang?” Tanya Hero sambiL berkacak pinggang tepat di hadapanku

“dari jaLan ama Vino dan Fanya” jawabku sekenanya dan berLaLu pergi meninggaLkannya sendiri di ruang tamu

“Heii . . . Kim, gue beLum seLesai bicara”

“emang Lu mau bicara apa Lagi c, kayak bonyok gue aja Lu” aku tetap berjaLan , maLas meLadeninya

“Kimy, Lu ingat kan kaLo gue akan jemput Lu” katanya yang membuat Langkah keciLku terhenti

“eh? Emang ia?? Wahhh . . . maap , gue g ingat heheh, udah ah gue mau mandi duLu” aku pun berLaLu tapi cuman perasaan aku aja atau memang dia ngomong . . .

“Lu tahu tidak, gue terus nunggu Lu sampai sekoLah benar- benar kosong”. Ahhh~~ mungkin cuman angin, mana mungkin Hero yang itu meLakukannya hahahah . . geLooo~~~

---

“duuuhhh . . . Vino kemana c, teLepon rumah pun dia g angakat” seruku kesaL sambiL membanting gagang teLeponku

“kaLo kesaL jangan Lampiasin ama teLepon dund, kasian nanti tuh rusak”

“ah . . . biarin”

“kenapa? C Pinokio itu Lagi ya?” Tanya Hero

“heiii . . . nama dia Vino bukan Pinokio”

“ia . . . ia, udah yuk makan” ajaknya

“wahhh . . . enak, emang Lu beLajar masak di mana c??”

“itu keahLian mah udah dari orok kaLi” ujarnya menyombongkan diri

“haLahhh . . . dasar Lu hahahaha” tawaku akhirnya keLuar, duLu aku rada- rada ragu memecat tukang masak aku karena permintaan dia, tapi sekarang aku g nyeseL, sumpah makanannya sangat enak. Dan beberapa menit seteLah itu kami pun seLesai makan maLam dan aku segera meneLpon Vino LAGI!!

Tut . . . tut . . tut . . .

“uhh~~ siaL!!! Vino kemana c sampai dia g sempad ngangkad teLepon gue” seruku kesaL

“sms dia aja”

“udah, tapi g di baLes, BT gue, g biasanya Vino kayak gini”

“hem. . . udah ah . . g usah mikirin c Pinokio itu, mending kita pergi nyari kaset yang bagus buad nonton, mumpung Lu dan gue juga Libur besok, kita begadang sama- sama”

“wahhh . . . boLeh tuh, dari pada gue kesaL sendiri”

“iya . . betuL tuh, yuk” kami pun pergi bersama mencari kasetnya dan tentunya memakai mobiLku. Dan seteLah cukup 1 jam kami pun berhasiL membawa puLang 10 DVD horror. Tapi ketika aku sedang senang- senangnya jaLan bersama Hero, Langkahku terhenti begitu meLihat sebuah pemandangan yang sungguh sangat menyakitkanku. Sosok mereka begitu sangat aku kenaL sehingga waLaupun daLam kegeLapan seperti ini aku dapat tahu betuL siapa mereka

“Kimy?? Lu kenapa??” Tanya Hero prihatin tapi aku tidak mengacuhkannya dan terus saja meLangkah menghampiri ke dua sosok yang sedang bermesraan menurutku

“Vino??”

“Fanya??” suaraku bergetar bukan main meLihat mereka berpeLukan, aku menutup muLudku dengan sebeLah tangan. Aku meLihat Fanya menitikkan air matanya, tapi sekarang aku sudah tidak peduLi dengan itu, tidak peduLi kenapa dia menangis karena sekarang mereka berhasiL membuatku Lebih sakit Lagi. Sekarang di otakku terus saja mengingat kata- kata orang kepadaku yang duLu sudah aku buang jauh jauh karena aku percaya pada Fanya dan Vino. Kata- kata bahwa mereka sering meLihat Vino jaLan ama Fanya, jaLan BERDUA!!!. Tapi sekarang aku percaya kata orang itu!!!

“sedang apa kalian??” tanyaku dengan suara peLan yang sudah bergetar menahan air mata

“tunggu . . . Kimy, kamu jangan berprasangka buruk duLu”

“ia . . Kim, biar gue jeLasin” kata Fanya muLai menenangkanku

“iaa . . . gue dengar Lu semua, terus apa penjeLasannya, hah?!!” bentakku pada Fanya

“apa ada sesuatu yang special di antara kaLian?!!” tanyaku Langsung, dan aku baru menyadari pertanyaan bodohku tadi, 2 menit berLaLu tapi tak ada juga yang membuka muLudnya untuk menjawab pertanyaanku tadi

“i—ituu . . “ kata Vino sedikit geLagapan. Ku mohon biLang tidak!!! Jeritku daLam hati tapi sepertinya permohonanku tadi sia sia saja karena . . .

“sebenarnya aku . . . aku dan Fanya”

“udah, g usah di Lanjutin Lagi, aku udah ngerti kug” kataku memotong

“eh . . Tunggu, Tunggu duLu Kim, ini bukan kayak yang Lu pikirin, Vino apaan c Lu?!!!” bentak Fanya pada Vino

“tapi Fanya aku, aku sayang ama kamu” ujar Vino dengan menggunakan ‘aku-kamu’ bukan ‘Lu-gue’ Lagi. Dan itu membuatku yakin bahwa Vino benar- benar menyukai Fanya.

“berhenti g Lu Vin!!!” bentak Fanya sekaLi Lagi, makin gusar

“hahahaha . . . udah Lah Fan, gue ngerti kug heheheh” aku tertawa pahit meLihat keadaanku sendiri

“Tapi Kimy, sumpah ini tidak seperti yang Lu bayangin, pLis percaya ama gue!!!” paksa Fanya sambiL mengguncang tubuhku yang sudah Lemah

“Lu egois banget Fan!! Udah Lah gue g mau denger apa- apa Lagi, semoga kalian bahagia” akupun menyeLonong pergi dan tanpa sadar sebuah mobiL dari arah berLawan datang dan . . .

Bruuuuuukkkkk . . .!!!

“Kimy!!!” teriak Fanya dan tubuhku terhentak ke ujung jaLan. Semuanya menjadi geLap hanya suara Hero yang sempad aku dengar memanggiL namaku

---

“Kimy??”

“ehh?? Hero . . . gue ada di mana??” tanyaku begitu terbangun

“Lu ada di rumah sakit sekarang”

“ow . . . gue kiran, gue udah koid hehehe” aku mencoba untuk bercanda tapi tidak seperti biasanya Hero tidak menenanggapi candaanku sama sekaLi, wajahnya tampak sedih. Tunggu . . .

“Hero Fanya di mana??!!!” tanyaku padanya, aku teringat akan kejadian itu, aku ingat bahwa Fanya yang teLah . . .

“Dia sekarang ada di ruang UGD” tanpa berbasa- basi Lagi aku Langsung berLaLu menuju ruangan Fanya. Tapi kenapa perasaan gue g enak?!! Kumohon tuhan gue g mau kehiLangan dia?!!!

“Fanya” panggiLku peLan padanya

“ehh . . . Kimy , sukur deh Lu seLamat”

“hiks . . . hiks . . . bodoh , kenapa Lu seLamatin gue hah??!! padahaL gue udah marahin Lu!!” aku sudah tak dapat menahan air mataku Lagi, aku menangis, menangis meLihat keadaan Fanya sekarang. Aku menggenggam erat tanganya

“hiks . . . hiks . .sebenarnya, gue yang ada di posisi Lu Fan hiks . . . hiks . . gue . . “ kataku terbata- bata

“hahaha . . . dasar bodoh, mana mungkin gue biarin sahabat gue tertabrak hahahah” dia berusaha ketawa di tengah sakitnya

“oia . . . gue minta maap soaL Vino Kim, gue . . . benar- benar minta maap, sahabat macam apa gue yang teLah nusuk Lu dari beLakang hahaha”

“ia . . . gue udah maapin Lu kug, jadi kumohon berhentiLah bicara, nanti sakit Lu tambah parah”

“g apa- apa kug Kim, soaLnya hanya maap Lu yang gue pengen saat ini, makasih udah mau maapin gue, tapi waLopun Lu g mau maapin gue dan g nganggep gue sahabat Lu Lagi tapi gue akan tetap nganggep Lu sahabat ever after gue, gue sayang ama Lu, Kimy sahabat gue . . .” katanya terpotong dan tangan yang dari aku genggam perLahan jatuh dan beberapa detik kemudian terdengar Titttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt . . . dan aku tahu maksudnya itu

“Fanyaaaa . . .!!”

“Fanyaaaa . . .!!!”

“Fanyaaa. . .!!!” aku teriak histeris meLihat tubuh kaku sahabatku itu, aku menangis segunggukan

“Kimy!!” seru Hero dan Lagsung menarikku ke daLam peLukannya

“Hero . . . Fanya . . dia . . .dia udah pergi dari gue , Hero ini semua saLah gue . . .!!!” aku terus saja memberontak, tidak terima dengan kematian Fanya. Tapi Hero tetap saja memeLukku, membungkus badanku yang gemetar.

---

1 minggu sudah berLaLu sejak kematian Fanya dan aku masih beLum bisa menerimanya. Sekarang aku berada di kamarnya yang serba hijau ini. Tiba- tiba mataku tertuju pada sebuah buku. Diary?? Tapi setahuku Fanya g suka nuLis buku diary pikirku daLam hati. Tapi rasa penasaranku pun mendorong untuk membukanya. Dan benar saja hanya beberapa kaLimat yang tertuLis di sana, akupun membacanya

~~dear Diary

Oke . . . gue sebenernya paling males nuLis diary cz gue udah punya diary berjaLan en muLti fungsi yaitu sahabat gue sendiri c Kimy Nakamura. Tapi haL yang satu ini tidak bisa gue beritahu ke dia, kenapa?? Gini .. . gue sebenernya suka ama satu cowok di sekoLah gue, en gue sukanya pada pandangan pertama Lagi, gue suka banget ama nih cowok , namanya Vino Ardian. Dia baeeee banget, en gue berhasiL dekat ama dia tanpa sepengetahuan Kimy. Tapi pas gue pengen ngenaLin Vino ama Kimy, tiba- tiba aja dia ngomong “Fanya Liad deh tuh kakak keLas, dia cakep ya? Terus katanya dia baee banget, gue juga sempet di toLongin ama dia tadi, gue sukaaaaa ama dia Fan, kira- kira gue bisa jadian ama dia g ya??” yuppp. . . gue masih ingat betuL perkataan Kimy kaLa itu dan agak g percaya cz Kimy yang gue kenaL adaLah orang yang susah banget mengeLuarkan kata- kata pujian terhadap orang asing, tapi terhadap Vino beda , aku tahu dia sangat menyukai Vino dan karena itupun aku berjanji sama diri gue, kaLo gue bakaL mak combLangin mereka dan ngubur perasaan gue daLem- daLem demi Kimy sahabat ever after gue!!!!

~~The end

Aku terduduk Lemas membaca itu, sekarang gue sadar bahwa bukan Fanya yang egois tapi gue!!!

“Fanya . . . maapin gue hiks . . hiks” kataku sambiL memeLuk erat buku diary itu

seteLah cukup puas menangis aku pun menghampiri Hero yang sedari tadi menungguku di ruang tamu Rumah Fanya. Tapi Langkahku terhenti begitu aku meLihatnya . . .

“oh . . . Lu datang juga Vin!!” sindirku pada Vino

“Kimy . . . aku, minta maap” katanya tak memandang wajahnya sama sekaLi

“minta maap?? Emang kemana aja Lu seLama ini?? Kemana Lu saat pemakaman Fanya hah?!!”

“itu . . . aku ada urusan ama keLuarga jadinya . . “ beLum sempat dia menyeLesaikan penjeLasannya aku sudah memotongnya

“haLLaaahhh aLesannn . . . dasar Cowok pengecut Lu Vin” kataku

“Herooo . . . Yuk puLang”

“Kimyyy . . . tunggu,apa Lu mau maapin gue?”

“talk to my hand!!!” dan seteLah itupun aku berLaLu bersama Hero dan kaLi ini menaiki motornya

---

“Lu pengen nangis, nangis aja, nihhh . . . gue pinjemin bahu gue” tawar Hero begitu kami tiba entah di mana ini, tapi aku sangat suka temapt ini

“hahah . . . makasih, tapi gue udah g pengen nangis Lagi kug”

“udah Lah, sini” dia tiba- tiba saja menarikku ke daLam peLukannya

“Lu g usah sok kuad gitu, kehiLangan orang yang kita sayang daLam waktu yang bersamaan itu terLaLu sangat menyakitkan Kim” katanya dan seteLah mendengar itu akupun menangis entah untuk ke berapa kaLinya

---

“oia . . . dari duLu gue pengen nanya ama Lu, kug Lu fasih banget bicara Indonesia?? Terus kug Loh mau aja nerima pekerjaan jadi ‘PENGASUH’ gue?? padahaL Lu kan berduit keLihatannya??” tanyaku tiba- tiba seteLah berhenti menangis. Dia tidak segera menjawabnya , keLihatannya dia sedang menimbang nimbang sesuatu yang entah apa itu.

“menurut Lu kenapa?” Tanya baLik

“eh?? Kug nanya baLik, ya . . . gue g tahu Lah”

“hahahaha . . . udahLah ayuk puLang, udah maLam nih” diapun menarik tanganku dan menancap motornya dengan kecepatan sedang. Huppppp . . . padahaL kan gue pengen tahu, sedikit aja tentang dia.

---My Name is Hero Jaejoong---

Aku menatap keLuar jendeLa kamarku, menatap bintang- bintang yang menghiasi Langit maLam ini. LaLu aku teringat dengan apa yang ditanyakan oLeh Kimy sore tadi

“oia . . . dari duLu gue pengen nanya ama Lu, kug Lu fasih banget bicara Indonesia?? Terus kug Loh mau aja nerima pekerjaan jadi ‘PENGASUH’ gue?? padahaL Lu kan berduit keLihatannya??”

“Kimy . . . sepertinya Lu emang udah Lupa ama gue” ujarku peLan. Asik aku meLamun terdengar teriakan Kimy. Aku kaget dan Langsung saja berLari ke kamarnya hanya berada di depan kamarku.

“Kimy!!! Ada apa??”

“Heroooo . . . tuh . . . tuh . .”dia menjerit sambiL Lompat di tempat tidurnya, menunjuk pada sebuah . . .

“Kecoa??” kataku heran sambiL memegang hewan ini.

“Lu takut ama kecoa Kim??” tanyaku geLi

“hyaaa . . . Jorokkkk . . . buang tuh , gue g sukaaaa!!!” teriaknya dan karena itu akupun membuangnya

“nah . . udah, Lu bisa turun dari tempat tidur sekarang”

“bener Lu g Liad kecoa Lagi??” Tanya masih takut

“hemmmm . . . ia udah kagak ada, ayoo turun Lu kayak anak keciL aja takut ama kecoa”

“yeeeee . . . biarin dari pada Lu sukanya tidur berjaLan, mana nyangkutnya seLaLu di kamar gue Lagi , nohh . . . di koLong jembatan sono wkwkwkwk” ejeknya

“yeeee . . . itu mah namanya unik hehehehhe”

“haLaaah . . hahahah . .”

“oiaaaa . . . Hero, gue Laper nih, masak dund”

“boLeh, ayo” aku mengiringnya turun dari tempat tidurnya.

“oke . . . gue tunggu ya di sini sambiL nonton, masak yang enak ya Hero sayang hehehhe” serunya , dan kenapa aku senang saat dia menggunakan kata ‘sayang’ tadi. Huppp . . udahLah. Akupun meLangkah masuk ke dapur dan muLai memasak. beLum cukup 30 menit akhirnya masakanku jadi juga tapi . . .

“oke . . ayo makan, eh?? Kimy?” seruku kaget mendapati sosok keciL Kimy terLeLap dengan puLasnya di sofa. Tidak tega membangunkannya aku pun mengiringnya menuju kamarnya. Aku membaringkan tubuhnya perLahan LaLu menyeLimutinya dengan seLimut hijau kesukaannya itu.

“Kimy . . . apa bener Lu g ingat ama gue Lagi” aku mengeLus dengan Lembut rambut panjangnya sambiL menatap Lekat- Lekat raut wajahnya yang sangat ku rindukan itu. 11 tahun sudah aku terus mencarimu dan akhirnya aku menemukanmu tapi kenapa yang aku temukan hanya matamu bukan hatimu,

“Vinoo~~” gumam keciL Kimy di tengah tidurnya ,apakah kamu masih sayang c Pinokio itu??

---

“Pagi Hero, gue berangkat duLu ya”

“heyy . . . Lu g mau gue anter??” tawarku

“heheheh . . . g usah, gue kan bawa mobiL. Oke dada . .” teriaknya sambiL meLambai dan akhirnya menghiLang dari pandangan mataku. Aku hanya bisa memandangnya pergi tanpa meLakukan apa- apa.

---

“haLoo . . . Hero kayaknya gue teLad puLangnya, Lu g usah masak makan maLam buad gue ya? Oke dada . .”

“eh. . . emang Lu ada di mana sekarang?” tanyaku tapi terLambat dia sudah memutuskannya, begitu aku ingiin menghunbunginya Lagi Hape-nya tidak aktif

“uhhh . . siaL!!!”

“pasti sekarang dia bersama c Pinokio itu!!” tebakku, tapi itu bukan tanpa aLasan karena sudah berapa hari ini dia aku Lihat jaLan kembaLi bersama Vino, aku tahu itu haL wajar karena pasti Kimy masih beLum bisa sepenuhnya meLupakan Vino waLopun c Pinokio itu sudah menyakitinya.

“padahaL hari ini gue berniat untuk membuat pesta keciL- keciLan, apakah dia tidak mengingat kaLo hari ini uLangtahunku? Ato bahkan dia sama sekaLi tidak tahu??!” tanyaku frustasi , kasian meLihat diriku sendiri yang sama sekaLi tak di pandang oLeh Kimy.

1 jam sudah berLaLu, hujan ikut turun maLam ini seakan sedih meLihat persiapan yang sudah aku Lakukan. Tapi tiba- tiba saja HP-ku berbunyi dan . . .

“He—hero toLong , kyaaaaaaa~~”

“Kimy. . . Kimy . . . HaLoooo?!!!” tidak ada jawaban, hubungannya terputus.

“siaLL!!” seruku kesaL dan Langsung saja menyambar kunci motorku , menancap gasnya tanpa peduLi derasnya Hujan, sekarang di kepaLaku hanya ada satu kata: Kimy!!!

Aku mengeLiLingi kota Jakarta tapi tidak juga menemukannya sampai aku meLewati sebuah ruko keciL, aku meLihatnya, dia di kerumuni oLeh orang- orang asing. Aku Langsung saja turun dari motorku dan . . .

Buukkkk . . . satu kepaLanku jatuh tepat pada saLah satu orang asing itu tapi temannya Lagi menusukku dengan benda tajam tepat di perutku, aku meringis, seakan tidak kuad Lagi berdiri. Mereka menghajarku bersamaan sampai aku tergeLetak di jaLan, saat aku sudah ingin pingsan rasanya tiba- tiba saja Kimy berteriak

“kyaaaaaaa~~ Heroooo . . . ToLong” teriaknya saat saLah satu orang asing ini mendekat padanya. Dan entah ada suatu kekuatan yang mendorongku, mendorongku untuk menyeLamatkannya [==’]. Akupun terbangun dan menghajar orang- orang asing itu dan akhirnya pada saat titik penghabisanku poLisipun datang.

“Kimy . . Lu g apa- apakan?” tanyaku Lemah padanya

“bodoh . . “ katanya dan Langsung saja menghambur memeLukku

“heheheh . . . yuk puLang” kamipun puLang bersama dengan memakai mobiL Kimy sedangkan motorku di bawah oLeh saLah satu poLisi tadi.

Baru kami ingin meLangkah masuk, aku Langsung teringat dengan persiapan party yang sudah aku Lakukan di daLam. Akan sunggung memaLukan jika dia mengetahuinya. Dan karena itu pun aku memutuskan . . .

“heiiii . . . kita g usah masuk aja”

“eh . . kug? Kita kan harus mengobati Luka Lu” tanyanya heran

“g usah, Lagian pisau tadi g gitu nancep [?!] kug” ujarku

“tapi . .”

“udah Lah, any way . . Lu ngapain si bisa nyangkud di sana?? maLam- maLam Lagi” Tanyaku mecoba mengaLihkan pembicaraan

“hemmm . . . itu karena, nihhhh . . .” serahnya padaku sesuatu bungkusan uLangtahun??

“eh??”

“seLamat uLangtahun Hero Jaejoong” serunya sambiL tersenyum manis

“eh? Tunggu jadi Lu ingat hari uLangtahun gue ya?” tanyaku bLoond

“ya iaLahhh, masa’ sih gue g tahu, itukan ada di kaLender Lu, gue Liad kemaren, maap udah masuk di kamar Lu tanpa ijin ehehhe”

“jadi Lu pergi ke ruko itu . . .”tanyaku sekaLi Lagi untuk meminta sedikit penjeLasan

“yupzzz . . . heheheh”

“bodohh . . “ kataku, kaLi ini aku yang mengatainya bodoh, dan Langsung saja menariknya kepeLukanku

“eh??”

“Lu tuh bodoh banget ya. Kan karena itu Lu bisa aja terLuka”

“nah . . . buktinyakan sekarang gue baik- baik aja karena ada Lu hehehe”

“bodoh” seruku sekaLi Lagi dan meLepaskan peLukanku

“terus . . . kita ngapain nie, udah mau jam 12 tapi kita g buad party sama sekaLi” ujarnya maLas

“g kug”

“eh?”

“guess what?” tanyaku dan akhirnya kamipun masuk ke daLam rumah, hemm . . . ternyata semuanya g sia- sia

---

“hahahah . . . Lu bisa juga buad kayak gini , g percaya gue”

“ya . . bener gue yang design Loh, gimana? Bagus g?”

“hemmmmm . . . gimana ya? bagus kug heheheh, indah banget”

“Loh?” seruku kaget

“yaaa . . . kug Lu bukanya sekarang c Her?!!”

“kenapa emangnya? Gue kan g sabar pengen tahu apa isinya”

“yaa . . . karena gue maLu eheheh . . maap cuman ngasih itu cz gue g tahu apa yang Lu suku, yang gue tahu mah Lu sukanya masak jadi gue kasih aja deh buku masakan sari berbagai Negara”

“bodoh . . maLah ini Lah yang gue suka , tengs ya”

“eh . . . benarkah? Masamaa hehehehe”

“oia . . . gue kirain Lu jaLan ama Vino tadi” tanyaku

“eh? Vino?? Lu pikir gue bodoh apa masih suka ama cowok pengecut macam dia? Orang yang buad persahabatan gue ama Fanya pecah dan akhirnya Fanya pergi” ujar Kimy sedikit terisak saat menyebut nama Fanya

“maap . . . gue hanya mengira . . .”

“udah . .g apa- apa kug, oia . . . udah mau jam 12 nih, make a wish” katanya memotong

“hemm . . oke” aku memejamkan mata sebentar tapi saat aku membuka mataku aku meLihat Kimy juga ikud memejamkan mata.

“eh? Lu make a wish juga Kim?” tanyaku heran

“ho-oh . . . emang kagak boLeh?”

“hhahaha . . . boLeh c ehehehe”

“so wish Lu apa nih?” tanyanya

“ada deh, mau tahu aja”

“yeee . . peLid ahahaha”

“oia . . . kita jaLan- jaLan yuk besok” ajaknya

“hem . . . kemana?” tanyaku sedikit ragu

“kemana aja, oke?” aku tidak menjawabnya karena aku tahu aku . . .

“Yuk . . kita makan kuenya” ajakku padanya. Dan akhirnya maLam itu kami habiskan bersama sama. maLam yang sangat menyenangkan untuk hari terakhirku di Indonesia.

---Kimy’s Heart---

“Pagi sayang”

“hemmmm . . . “ gumamku keciL

“Kimy ayo bangun” sayup- sayup terdengar suara yang aku rindukan, Tunggu . . .

“Mama . . . Papa . . .” seruku senang Langsung memeLuk mamaku

“wahhh . . . mama kapan datangnya? Kug g hubungin duLu?”

“hehehe . . maap sayang, kami ingin buat sprise aja buad kamu, kami tadi tiba di Jakarta Jam 5 pagi” jeLas mereka

“eh . . wmang ini udah jam berapa?”

“udah jam 11, kenapa emangnya?”

“huaaa~~ aku ama Hero kan udah janji mau jaLan bareng maa~~. . . duuh . . teLad deh , Hero bisa marahin aku nih” aku segera bergegas ke kamar mandi ketika tiba- tiba Langkahku terhenti begitu mama mengatakan

“eh? Tapi Hero kan udah puLang ke Korea tadi jam 7 pagi Kim” jeLas mama peLan

“apa? Maksud mama apa??!!”

---

Sekarang aku sedang duduk santai di saLah satu sofa kamar yang biasa di tiduri oLeh c munyak Hero Jaejoong. Memandangi ke seLuruh sudut kamar ini. Ternyata aku baru menyadari bahwa Hero sudah sangat berarti di daLam hidupku. Buktinya baru beberapa jam saja aku tidak meLihatnya aku sudah sangat rindu, aku ingat duLu bahwa duLu dia begitu sangat menyebaLkan. LaLu aku meLihat sekaLi Lagi surat yang sekarang ada di tanganku, surat yang di tuLis oLehnya sebeLum pergi.

~~~dear Kimy-ku heheheh

Hay . . . maap gue tidak saLam ama Lu sebeLum gue pergi , bukannya apa tapi gue takut apabiLa gue Lihat wajah Lu, pasti gue bakaL g bisa puLang ke korea. Karena Jujur gue hemmmm . . . gue suka ama Lu Kimy Nakamura. Sorry gue nyatainnya Lewat surat, karena gue terLaLu pengecut untuk nyataiinnya Langsung ama Lu, takut kaLo Lu bakaL noLak gue heheheh. Gue psti akan kembaLi ke Indonesia kerana gue g tahan pisah ama Lu yang cerewet itu, seteLah urusan gue di Korea keLar gue pasti kembaLi di kehidupan Lu, bisakah Lu nunggu itu? nunggu sampai gue bisa ‘nembak’ Lu?? Oiaaa . . . satu Lagi, Lu masih ingat g pernah bertanya ama gue “dari duLu gue pengen nanya ama Lu, kug Lu fasih banget bicara Indonesia?? Terus kug Loh mau aja nerima pekerjaan jadi ‘PENGASUH’ gue?? padahaL Lu kan berduit keLihatannya??” nahhh . . . gue bakaL jawab di sini karena sekaLi Lagi gue terLaLu pengecut untuk jujur ama Lu heheheh . . . sebenarnya 11 tahun yang LaLu gue sempat tinggaL di Indonesia daLam jangka waktu yang Lama dan sebab itu gue fasih speak Indonesia, dan gue tinggaL pas di samping rumah Lu, Lu g tahu?? Pasti karena Lu orang yang terLaLu tidak ingin tahu. Nah… Lu tahu kan penyakit tidur berjaLan gue?? duLu suatu maLam gue tidur berjaLan gitu en hampir aja jatuh ke jurang beLakang rumah, nah untung aja hari itu ada seorang anak keciL yang narik gue, seLamtin gue, en Lu pasti tahu sapa itu?? yuppzz. . . that’s u Kimy Nakamura. Semenjak itu gue pengen banget berteman ama Lu, tapi pas gue pengen ngajak Lu main, gue hari itu juga mesti ke korea. And then pas gue baLik , ternyata Tuhan memudahkan gue dekat ama Lu, karena gue dengardari bokap Lu katanya mereka pengen pergi ke Luar negeri dan butuh seseorang untuk menjaga gue. and i got u heheh . . .

So . . gue hanya ingin Lu tunggu gue, dan jangan isi hati Lu ama yang Lain, apakah Lu suka ama gue juga??

----

Aku tertawa dan terbengong- bengong membaca surat c munyak itu. aku g tahu mau ngomong apa Lagi tapi yang pasti

“ia . . . gua juga suka ama Lu Hero Jaejoong dan gue bakaL tunggu Lu” kataku dan kemudian tersenyum meninggaLkan kamar Hero.

The end---




No comments:

Post a Comment

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ dharaa's NOTE!!! Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
♥Always Keep The Faith to the Five!!♥
read the rules?? feel free to re-post this (or anything else from this blog) to add +Broken Tsubasa to the credit^^
thanks...

Blog Archive